spot_img

Warga Soroti Kualitas Pengerjaan Proyek Lapen Di Desa Lidi

Date:

Share:

Borong, seputarntt.com – Proyek pembangunan jalan Lapen (Lapisan Penetrasi) di desa Lidi, Kecamatan Ranamese diduga dikerjakan asal jadi.
Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu diduga asal jadi karena tidak menggambarkan kualitas pengerjaan yang baik. padahal proyek tersebut menelan dana lebih dari 500 ratus juta rupiah.

Bartolomeus Alon, warga Desa Lidi, Kecamatan Ranamese menyayangkan proyek pengerjaan Lapen tersebut tidak berkualitas dan diduga asal jadi.

“Kenapa tidak berkualitas?, ya karena memang batuan telford masih kelihatan disebabkan proses penggilasan tidak maksimal yang mengakibatkan jalan bergelombang. Hal ini menyebabkan kami sebagai warga RT Pengguna jalan merasa risih ketika berjalan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat”, ungkap Bartolomeus.

Mantan aktivis PMKRI Malang itu juga menjelaskan, proses pengerjaan yang tidak berkualitas itu merupakan bentuk penghamburan Dana Desa yang tidak melalui pengawasan yang ketat dari pihak TPK (Tim Pengelola Kegiatan) serta mandulnya peran pengawasan Badan Permusyawaratan Rakyat (BPD) Desa Lidi.

Menurut Bartolomeus, pada saat pengerjaan beberapa kali masyarakat komplain di lokasi kerja kepada TPK, Kontraktor pengerjaan terkait pengerjaan yang tidak efektif itu, akan tetapi tidak digubris oleh pemangku kepentingan tersebut.

“Pengawasan Pengelolaan Dana Desa oleh masyarakat jelas diatur di dalam pada Pasal 68 Undang-undang No.6/2014 tentang Desa telah mengatur hak dan kewajiban masyarakat desa untuk mendapatkan akses dan dilibatkan dalam pembangunan desa. Pelibatan masyarakat menjadi faktor yang paling mendasar karena merekalah yang mengetahui kebutuhan desa dan secara langsung menyaksikan jalannya pembangunan desa”, jelas Bartolomeus.

Disamping itu juga, lanjut Bartolomeus peran BPD juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 47 Tahun 2015. Dalam peraturan tersebut, BPD berfungsi membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa (Perdes) bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepada Desa.

“Terkait persoalan ini, harapan kami agar pihak Dinas PMD Manggarai Timur tidak bertopang dagu menunggu Laporan pertanggungjawaban tertulis realisasi Dana Desa, akan tetapi segera turun ke Desa Lidi untuk melihat persoalan ini. Inspektorat sebagai pengawas internal juga setidaknya mendengar apa yang disuarakan rakyat. Sebagai masyarakat pengguna jalan yang bersumber dari Uang Negara tersebut kami menunggu respon dari pemerintah dan kami siap bertanggung jawab di lapangan jika diperlukan”, tutup Bartolomeus. (*)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...

Piala Bergilir Wali Kota Kupang, 150 Atlet Tenis Bertarung di Tiga Lapangan

Kupang, seputar-ntt.com -- Sebanyak 150 atlet tenis bertarung memperebutkan piala bergilir, dalam Turnamen Piala Walikota Kupang 2026. Kegiatan dibuka oleh Sekda Kota Kupang, Jefry Edward...