spot_img

200 Siswa 10 SMP Kupang Belajar Cegah Bullying dan Lawan Hoaks Lewat Digital Literacy Goes To School di T-More Hotel

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Sebanyak 200 siswa dari 10 SMP di Kota Kupang mengikuti kegiatan `Digital Literacy Goes To School` di T-More Hotel, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Anak Hebat di Ruang Digital: Cegah Bullying, Saring Informasi, dan Jaga Privasi” ini menghadirkan 3 narasumber dan ditutup oleh Sekda Kota Kupang.

Tiga materi utama disampaikan dalam kegiatan tersebut. Materi pertama tentang “Berani Baik di Ruang Digital” disampaikan Bunda Literasi Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo. Materi kedua “Stop Oversharing! Jaga Privasimu” oleh Psikolog Anak dari HIMPSI NTT, Christianti Natasya Miru.

Materi ketiga “Saring Sebelum Sharing, Lawan Hoaks” disampaikan Ibu Maria Yulita Nara dari KMAFINDO Kupang. Ia menekankan 4 peran literasi digital, 5 etika digital, serta 5 langkah menyaring informasi agar tidak mudah tertipu hoaks di media sosial.

Pemateri juga mengingatkan bahwa media sosial ibarat “pedang bermata dua”. Bisa jadi positif kalau dipakai bijak, tapi bisa berbahaya kalau dipakai sembarangan.

Maria Yulita juga membongkar 4 alasan siswa mudah percaya hoaks. Mulai dari judul clickbait, ikut-ikutan grup, hingga dimainkan emosinya.

“Karena malas verifikasi, banyak yang langsung menelan mentah-mentah informasi tanpa mengecek kebenaran sumbernya,” jelasnya

Selain menangkal hoaks, Maria Yulita juga menekankan pentingnya etika digital. Siswa diminta menghormati privasi, menghindari ujaran kebencian, tidak menyebar konten sensitif tanpa izin, menghargai karya orang lain, dan tidak menyebarkan kebohongan meskipun hanya untuk lelucon.

“Etika digital adalah pilar penting agar kita bisa beraktivitas di dunia maya dengan aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Di akhir sesi,  Maria Yulita berpesan, “Mari gunakan teknologi untuk kebaikan dan meningkatkan wawasan kita. Mari jadi pengguna digital yang bijak dan cerdas.”

“Kami ingin anak-anak Kota Kupang menjadi pengguna digital yang bijak dan cerdas,” ujar Maria.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Salah satunya Grasela Solu Modok dari UPTD SMP Negeri 10 Kupang.

“Kegiatan ini bagus supaya kita itu jangan menyebarkan hoaks tetapi tentu kita juga harus mencari kebenaran informasinya. Terus kita juga jangan membuli satu sama dengan yang lain tetapi kita harus akur satu sama yang lain,” katanya.

Acara juga diisi sesi tanya jawab, kuis berdoorprize, dan deklarasi “Anak Hebat di Ruang Digital”. Kegiatan resmi ditutup oleh Sekda Kota Kupang.

Kesepuluh sekolah peserta adalah SMPK Santa Maria Asumpta, UPTD SMPN 20, SMP Angkasa, UPTD SMPN 11, SMPN 8, UPTD SMPN 5, UPTD SMPN 10, UPTD SMPK Adisucipto, SMP Kristen Tunas Bangsa, dan SMP Kristen Citra Bangsa Kupang. (*)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...