Kupang, seputar-ntt.com – Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini menjadi wadah penjaringan bibit atlet potensial sekaligus mendorong pembudayaan olahraga atletik di kalangan pelajar.
Kejuaraan yang diinisiasi Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) NTT tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melalui melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si.
Kegiatan ini juga diintegrasikan dengan sosialisasi dan eksibisi olahraga hoki bagi pelajar.
Dalam sambutannya, Hengky Malelak menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Kupang kepada Pengprov PASI NTT dan panitia pelaksana yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, pemerintah memberikan perhatian terhadap berbagai masukan panitia terkait dukungan dan pengembangan olahraga di Kota Kupang.
Ia berharap dari Stadion Oepoi akan lahir calon atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Kupang, NTT, hingga Indonesia.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus Provinsi NTT dan panitia pelaksana yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ungkap Hengky.
Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang memperebutkan medali atau gelar juara, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membangun karakter, semangat persaudaraan, dan sportivitas di kalangan pelajar.
Saat membuka kegiatan, Hengky mengajak seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaikmu, junjung tinggi sportivitas, dan raihlah prestasi dengan penuh kebanggaan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov PASI NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 merupakan inovasi program untuk membudayakan olahraga atletik sebagai bagian dari aktivitas masyarakat NTT.
Ia mengatakan, apabila atletik telah menjadi budaya gerak masyarakat, maka potensi atlet muda akan tumbuh dan dapat dibina secara berjenjang sesuai kelompok usia untuk mencapai prestasi olahraga yang lebih tinggi.
Frans Sales juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diintegrasikan dengan sosialisasi olahraga hoki kepada pelajar Kota Kupang dan sekitarnya. Eksibisi hoki melibatkan siswa SMAN 7 Kota Kupang yang menjadi salah satu pusat kegiatan atau camp hoki di NTT.(*)


Follow