Kupang, seputarntt.com – Sektor properti dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya menyediakan hunian bagi masyarakat, aktivitas pengembang perumahan juga menciptakan lapangan kerja, menghidupkan perdagangan bahan bangunan, hingga menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya.
Kontribusi ekonomi sektor pengembang di NTT bahkan diperkirakan mencapai Rp100 miliar per tahun. Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian utama Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) NTT dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Jumat (6/11/2026).
Mengusung tema “Developer Tangguh, Bersinergi, Bergerak Membangun NTT”, Rakerda ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pengembang, pemerintah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong investasi dan mempercepat pembangunan perumahan di NTT.
Ketua DPD REI NTT, Chandra Sentosa, mengatakan tema tersebut mencerminkan semangat para pengembang untuk tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Menurut Chandra, sektor properti mempunyai efek berganda (multiplier effect) yang luas terhadap perekonomian masyarakat.
Kemajuan industri pengembang, kata dia, tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga dari aktivitas ekonomi yang tercipta di sekitarnya.
“Kontribusi pengembang tidak hanya berdampak pada pembangunan rumah, tetapi juga menggerakkan tenaga kerja konstruksi, perdagangan material bangunan, jasa, dan sektor usaha lainnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari satu komponen aktivitas saja, yakni tenaga kerja tukang, kontribusi sektor pengembang terhadap perekonomian NTT mencapai sekitar Rp21 miliar per tahun.
Jika dihitung dari berbagai komponen ekonomi lainnya, nilai kontribusi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar setiap tahun.
Besarnya potensi itu, lanjut Chandra, perlu didukung kebijakan pemerintah yang membuka ruang lebih luas bagi kemitraan dengan para pengembang.
Ia berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota semakin memperkuat kerja sama dengan REI, terutama dalam pengembangan kawasan hunian dan percepatan pembangunan perumahan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Ardan Afandy, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP REI, mengapresiasi DPD REI NTT yang telah menyelenggarakan Rakerda sesuai amanat organisasi.
Menurut Raymond, Rakerda merupakan agenda tahunan yang memiliki peran penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
Ia juga memberikan apresiasi atas keterlibatan REI NTT dalam program penanaman satu juta pohon. Menurutnya, pembangunan perumahan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pengembangan kawasan hunian, kata Raymond, tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas lingkungan melalui penyediaan ruang hijau dan penanaman pohon.
Di sisi lain, Raymond menyoroti besarnya tantangan penyediaan rumah bagi masyarakat Indonesia. Ia menyebutkan backlog perumahan nasional masih berada di kisaran 9,8 juta keluarga berdasarkan pemaparan dalam forum tersebut.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kebutuhan hunian layak masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, pengembang, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, peran REI dinilai strategis dalam mendukung program perumahan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau.
Dari pihak pemerintah daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, yang hadir mewakili Gubernur NTT, membacakan sambutan Wakil Gubernur NTT.
Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan apresiasi kepada DPD REI yang terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pengembangan sektor properti dan perumahan.
Pemerintah berharap Rakerda tidak sekadar menjadi forum evaluasi organisasi dan penyusunan program kerja, tetapi juga mampu melahirkan gagasan serta langkah konkret untuk memperkuat investasi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut pemerintah, perumahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus salah satu sektor penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Melalui Rakerda 2026, REI NTT diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti bersama DPP REI, Pemerintah Provinsi NTT, serta pemerintah kabupaten/kota.
Kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat menjadi kunci agar industri properti tidak hanya berkembang sebagai sektor bisnis, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi NTT.
Dengan demikian, semangat developer tangguh yang diusung dalam Rakerda tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai slogan organisasi, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata dalam memperluas kesempatan kerja, memperkuat investasi, menjaga lingkungan, dan menghadirkan hunian layak bagi masyarakat NTT. (*)


Follow