spot_img

Kawal Perbatasan, Pemda Gendeng Media

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten di seluruh provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggadeng wartawan dari berbagai media massa di daerah ini untuk ikut mengawal daerah perbatasan baik dengan Timor Leste maupun dengan Australia.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang diwakii Asisten Adminstrasi Umum Setrda NTT, Alexander Sena ketika membuka Dialog Publik dengan tema “Peran Pemda, Masyarakat dan Media Massa dalam Menjaga Wilayah Perbatasan NKRI” di Universitas Kristen Artha Wacana Jl.Adi Sucipto, Penfui – Kupang, Kamis, 16 April 2015.

”Saya mendapat kesan kuat betapa wartawan NTT mau menggunakan momentum dialog publik ini untuk mendapat informasi paripurna soal peran berbagai pihak (pemda, masyarakat dan media massa) dalam menjaga wilayah perbatasan NKRI. Dengan hadirnya beberapa nara sumber berkompeten, diharapkan dapat merekam secara jeli berbagai realita dan persoalan yang mengemuka di wilayah perbatasan NKRI, yang mungkin saja belum terekam baik oleh berbagai komponen sesuai tugas pokok, fungsi dan eksistensi lembaga masing-masing,” kata Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Alexander Sena.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, dari berbagai upaya pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten diharapkan dapat merubah dan meningkatan taraf hidup, memperbaiki bentangan fisik pembangunan, kebanggaan berbangsa sehingga ketahanan nasional di perbatasan dijaga dan dipertahankan.

Sementara ketua PWI Provinsi NTT, Dion DB Putra, mengatakan, selama puluhan tahun bahkan sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, kita meletakan pandangan yang kurang elok bagi daerah perbatasan.

Tapal batas dianggap sebagai pelataran dari rumah besar NKRI. Lazimnya ruang belakang dalam tradisi masyarakat kita, dia kurang mendapat perhatian, bahkan dengan sengaja dibiarkan merana. Lantas bagaimana potret NKRI di perbatasan di Timor Leste dan Australia? Demi membedah kenyataan itulah diskusi publik digelar pada hari ini.

Narasumber pada dialog itu yakni Dandrem 161 Wirasakti Kupang diwakili oleh Kasrem, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dr. Frangky Salean, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Paulus Manehat, Direktur Uji Kompetensi PWI Pusat, Dr Usman Yatim dengan dipandu oleh moderator Wakil Rektor 1 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Hendrik Ndholu SH.M. Hum dan mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana.

Kegiatan ini di gelar berkat kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSSI) Jakarta dan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. (ayu)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...