spot_img

Pemkab Sabu Raijua Panen Garam di Musim Hujan

Date:

Share:

Menia, seputarntt.com – Hingga pertengahan Januari 2016, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua masih melakukan panen garam disejumlah tambak diwilayah tersebut. Hujan yang tidak kunjun turun dan panas terik masih melanda Sabu Raijua membuat produksi garam disana terus berlangsung.

“Kami masih panen di Garam di Sabu Timur yakni di Desa Eiada dan Desa Bodae. Pada tahun sbelumnya sebenarnya hujan sudah turun dan masyarakat sudah sibuk di kebun tapi tahun ini berbeda,” kata Camat Sabu Timur, Ramenius Mangi Djo kepada Seputar NTT, Senin, (18/1/2016).

Dia menjelaskan, saat ini kebun masyarakat sudah dalam kondisi siap ditanam, namun karna hujan belum turun maka belum ada yang mulai menanam. Panas yang melanda Sabu Raijua, Khususnya di Sabu Timur kata Ramenius, telah membawa berkat lain untuk tambak garam yang terus berproduksi.

“Jadi perintah Pak Bupati supaya para pekerja tambak tetap bekerja seperti biasa hingga hujan turun dan produksi garam berhenti. Garam-garam yang dipanen disimpan digudang menunggu untuk dikeluarkan dari Sabu Raijua,” ungkapnya.

Sementara Marthen Dira Tome mengatakan, Pola pendekatan amphibi yang diterapkannya di Sabu Raijua bisa memberi jalan keluar dalam menghadapi perubahan iklim yang sedang terjadi.  Pola pendekatan ini adalah, dimana darat tidak bersahabat karena kekeringan, maka laut akan menjadi tempat mengais rupiah. Demikian juga sebaliknya.

“Apa yang dikatakan oleh para ahli bahwa akan terjadi perubahan iklim tidak ditanggapi serius oleh banyak orang. Bagi kami, itu adalah sebuah peringatan sehingga harus mampu berinovasi dengan kondisi yang ada,” katanya kepada seputarntt.com, Selasa, (12/1/2016).

Dia mengatakan, sekalipun saat ini masyarakat di Sabu Raijua belum menanam, namun dengan panas yang ada saat ini mereka bisa tetap memanen garam di sejumlah lokasi yang tersebar di Sabu Raijua.

“Mungkin bagi sebagian orang, panas yang terjadi adalah malapetaka, tapi bagi kami ini adalah anugrah Tuhan. Bagimana kita dengan bijak mengelola kondisi yang sulit melalui berbagai inovasi,” ungkapnya.

Jika tahun ini terjadi gagal tanam kata Dira Tome, maka uang hasil penjualan garam bisa digunakan untuk mengantisipasi rawan pangan yang bisa saja terjadi di Sabu Raijua. “Pola pendekatan aphibi yang kita lakukan mampu menghadapi perubahan musim yang sedang terjadi,” katanya.

Pada tahun 2015, ada 121 hektar lahan tambak garam yang dibangun Marthen Dira Tome. Satu hektar lahan membutuhkan 10 orang tenaga kerja. Dengan demikian maka tambak garam akan menyerap 1.210 orang tenaga kerja di Sabu Raijua. Mereka diperlakukan bukan sebagai buruh, tapi diangkat lewat kontrak kerja daerah dengan gaji Rp.1.200.000 per bulan.

“Ini bukan lagi hanya mimpi karna sudah banyak karyawan tambak garam yang telah mengecap manisnya bekerja sebagai karyawan tambak garam. Di Desa Bodae Kecamatan Sabu Timur maupun di Kecamatan Sabu Barat para karyawan sudah menikmati gaji mereka,” ungkap Marthen.

Dia mengatakan, garam akan menjadi komoditi unggulan di Kabupaten Sabu Raijua. Saat ini ada 121 hektar lahan yang sedang dikembangkan diwilayah tersebut dan bisa menampung ribuan tenaga kerja. “Garam adalah komoditi sensitif yang harus dijaga dan dilindungi sehingga perlu didukung semua pihak karena saat ini garam adalah masa depan Sabu Raijua,” kara Dira Tome.

Bupati berharap agar seluruh masyarakat termasuk camat dan para kepala Desa untuk melakukan pengamanan terhadap wilayah tambak garam sehingga terhindar dari gangguan tangan-tangan tak bertanggungjawab. “Demikian juga dengan hewan-hewan jangan dibiarkan keliaran supaya tidak merusak lahan tambak,” harapnya.(ama)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...