Kupang, seputarntt.com — Sepanjang Agustus 2025 – Agustus 2026, penyerapan tenaga kerja bertambah 19,02 ribu orang, dan jumlah pengangguran juga bertambah 4,16 ribu orang,
“Penduduk bekerja terdiri dari pekerja penuh dan pekerja tidak penuh sebanyak 1,6 juta orang,”;ujar Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu Kale saat jumpa pers virtual, Kamis (5/11/2026).
Dijelaskan Matamira, pekerja penuh yaitu mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu, sisanya adalah pekerja tidak penuh atau kurang dari 35 jam per minggu, yaitu 1,04 juta orang.
Sedangkan pekerja paruh waktu, tambah Matamira, adalah orang yang tidak mencari atau tidak bersedia menerima pekerja lain.
“Sebanyak 0,37 juta orang, adalah setengah pengangguran, yang masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan,” ungkap Matamira.
Dikatakan Matamira, dibandingkan Agustus 2025 pekerja penuh bertambah 27,49 ribu orang, dan setengah pengangguran bertambah 29,35 ribu orang, sedangkan pekerja paruh waktu berkurang 37,82 ribu orang,
“Dari 4,16 juta penduduk usia kerja, sebanyak 1,05 juta orang tergolong bukan angkatan kerja, yaitu mereka yang sekolah, mengurus rumah tangga, dan melakukan kegiatan lainnya,” ujar Matamira.
Dalam kurun waktu Agustus 2024 – Agustus 2026, lanjut Matamira, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di NTT, mengalami penurunan.
“TPAK turun dari 77,5 pada Agustus 20024, menjadi 75,5 persen pada Agustus 2025, dan menjadi 74,78 persen pada Agustus 2026 atau turun 0,7 persen poin,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, dibanding Agustus 2025, penurunan terjadi pada TPAK laki-laki maupun perempuan. Meskipun demikian, TPAK laki-laki konsisten, berada lebih tinggi dari TPAK perempuan, dengan selisih sekitar 18,66 persen poin pada Agustus 2026.
“Penurunan TPAK ini, sejalan dengan bertambahnya penduduk usia kerja, yang sebagian besar masuk ke kelompok bukan angkatan kerj, dari tambahan 72,96.000 penduduk usia kerja sebanyak 49,7 persen,” kata Matamira. (joey)


Follow