spot_img

Bank NTT Pacu Ekonomi Lokal Lewat Kredit Kendaraan Bermotor

Date:

Share:

Waibakul, seputarntt.com – Di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat di wilayah Sumba Tengah, Bank NTT Cabang Waibakul memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui skema Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), bank daerah ini menghadirkan akses pembiayaan yang kian inklusif bagi masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara hingga pelaku usaha mikro.

Dari Waibakul, ibu kota kabupaten Sumba Tengah, inisiatif ini menjawab tantangan klasik warga: keterbatasan akses transportasi yang berdampak langsung pada produktivitas. Bagi sebagian warga, kendaraan bukan sekadar alat mobilitas, melainkan penghubung utama antara pusat produksi dan pasar. Di wilayah dengan sebaran permukiman yang berjauhan, kehadiran kendaraan bahkan menjadi faktor penentu kelancaran aktivitas ekonomi harian.

Pimpinan Cabang Bank NTT Waibakul, Gilberth Daud kepada wartawan, Senin (4/5/2026) menegaskan bahwa KKB dirancang bukan semata sebagai produk konsumtif. “Kami ingin masyarakat melihat kendaraan sebagai aset produktif. Dengan akses pembiayaan yang tepat, kendaraan bisa meningkatkan pendapatan dan memperluas peluang usaha,” ujarnya.

Skema KKB Bank NTT menawarkan pembiayaan kendaraan baru maupun bekas dengan tenor yang fleksibel dan suku bunga kompetitif. Produk ini juga terbuka bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap, sebuah pendekatan yang relevan dengan struktur ekonomi Sumba Tengah yang masih ditopang sektor informal dan usaha skala kecil.

Sejumlah warga mulai merasakan dampaknya. Bagi pelaku usaha, kendaraan roda dua maupun roda empat membantu mempercepat distribusi hasil pertanian dan perdagangan antarwilayah. Sementara bagi pekerja dan keluarga, akses kendaraan pribadi mempersingkat waktu tempuh sekaligus menekan biaya transportasi jangka panjang.

Langkah Bank NTT Cabang Waibakul ini mencerminkan pergeseran peran bank pembangunan daerah, dari sekadar lembaga intermediasi keuangan menjadi katalis aktivitas ekonomi di daerah. Di tengah upaya mendorong pertumbuhan yang lebih merata di Nusa Tenggara Timur, pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat seperti ini menjadi kunci.

Namun demikian, Bank NTT tetap mengingatkan pentingnya literasi keuangan dalam memanfaatkan fasilitas kredit. Perencanaan cicilan yang matang dan penggunaan kendaraan secara produktif menjadi faktor penentu agar pembiayaan tidak berubah menjadi beban.

Dengan pendekatan tersebut, KKB tidak hanya membuka jalan bagi kepemilikan kendaraan, tetapi juga memperluas ruang gerak ekonomi warga Sumba Tengah, dari desa menuju pasar, dari kebutuhan dasar menuju peningkatan kesejahteraan. (jrg)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...