spot_img

Menyiram Asa ,Nian Tana Sikka: Kolaborasi PLN dan Petani Desa Hoder Lewat Program Electrifying Agriculture

Date:

Share:

Sika, seputar-ntt.cm – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat meningkatkan produktivitas ekonomi. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN menghadirkan inovasi irigasi berbasis listrik dalam program HORTI the BEST di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

 

Program ini dirancang untuk mengoptimalkan sistem pengairan lahan, meningkatkan hasil panen, sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian di pedesaan.

 

Electrifying Agriculture merupakan langkah strategis PLN untuk memperluas memodernisasi sektor agrikultur (pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan) dengan memanfaatkan energi listrik, memindahkannya dari sekadar penerang rumah tangga menjadi penggerak roda ekonomi produktif. Lewat modernisasi teknologi kelistrikan, aktivitas pertanian kini dapat berjalan lebih efisien, hemat, dan ramah lingkungan.

 

Penggunaan pompa listrik hadir sebagai solusi efisien menggantikan pompa air berbahan bakar solar (BBM). Selain menghemat biaya operasional secara signifikan, pasokan listrik yang stabil membuat pengelolaan sistem irigasi menjadi jauh lebih praktis dan terjamin.

 

Di Desa Hoder, implementasi konsep ini diwujudkan lewat program HORTI the BEST (Hortikultura Berdaya Edukatif Sejahtera Tangguh). Langkah awal ditandai dengan penanaman perdana berbagai komoditas hortikultura unggulan.

 

Guna mendukung operasional di lapangan, PLN menyalurkan bantuan meteran listrik yang ditingkatkan dayanya dari 3.500 VA menjadi 5.500 VA. Tak hanya itu, PLN juga membangun infrastruktur penunjang berupa sumur bor sedalam 85 meter, instalasi irigasi modern, dan bak penampung air.

 

Manfaat keberadaan program ini dirasakan langsung oleh 20 anggota Kelompok Tani Saing Tomowair yang bergotong royong menyiapkan lahan seluas dua hektare. Lahan tersebut kini siap ditanami berbagai komoditas unggulan seperti tomat, cabai, buncis, kangkung, dan terong.

 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kehadiran program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menjadikan listrik sebagai penopang kesejahteraan masyarakat.

 

“PLN ingin memastikan bahwa listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga. Melalui Electrifying Agriculture, kami hadir mendukung sistem irigasi pertanian agar petani dapat mengelola lahan secara maksimal. Harapan kami, kemudahan ini dapat meningkatkan produktivitas panen, memperkuat ketahanan pangan, serta membawa kesejahteraan nyata bagi para petani,” ujar Eko.

 

Senada dengan hal tersebut, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW NTT, I Made Agus Dwi Putra, menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk berkembang pesat lewat sentuhan teknologi berbasis listrik.

 

“Kami siap memberikan layanan kelistrikan yang adaptif dan sesuai kebutuhan para petani. Dengan dukungan irigasi berbasis listrik, kami optimistis kegiatan usaha tani makin produktif dan mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ungkap Made.

 

Rasa haru dan syukur tak mampu disembunyikan dari raut wajah para petani setempat. Ketua Kelompok Tani Saing Tomowair, Martina Bunga, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi PLN dan Yayasan FREN yang telah menghadirkan sumur bor beserta bantuan benih hortikultura.

 

“Prosesnya memang memakan waktu, tetapi hari ini kami sangat bersyukur air akhirnya sudah mengalir dan bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN dan Yayasan FREN. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan meningkatkan taraf hidup keluarga kami,” tuturnya penuh haru.

 

Martina juga berharap ke depan terdapat dukungan lanjutan berupa peralatan pertanian serta penerangan di area kebun dan titik sumur bor. Fasilitas penerangan ini dinilai penting untuk mendukung aktivitas kerja malam serta menjaga keamanan lahan menjelang masa panen.

 

Kebahagiaan senada diungkapkan oleh Fransiska Magdalena, salah seorang anggota kelompok tani.

 

“Kami sangat senang karena akhirnya bisa mulai bercocok tanam dengan dukungan air dan listrik ini. Semoga hasil panen nanti berlimpah dan dapat menopang perekonomian keluarga kami,” ucapnya penuh optimisme.

 

Melalui komitmen Electrifying Agriculture, PLN UIW NTT terus berupaya memperluas pemanfaatan energi hijau yang efisien demi mewujudkan sektor pertanian Kabupaten Sikka yang modern, mandiri, dan berdaya saing.(*)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...