spot_img

Penenggelaman Kapal Perintis Nangalala Bakal Jadi Coral Garden Pertama di NTT

Date:

Share:

Kalabahi, seputarntt.com – Teka teki penenggelaman kapal perintis nangalala kini menemukan titik terang usai keluar surat presiden tentang persetujuan hibah kapal tersebut ke pemerintah provinsi NTT.

Penenggelaman kapal dengan ukuran 350 DWT (Deadweight Tonnage) dan panjang 43,64 meter ini direncanakan di Pantai Molugara, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, dan bakal menjadi coral garden pertama di perairan NTT.

“Kita berharap ini akan membawa dampak berarti bagi masyarakat pesisir di kawasan konservasi daerah taman perairan kepulauan Alor,” kata Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Kabupaten Alor, Muhammad Saleh Goro, Senin, 27/05/2024.

Menurutnya, rencana pengembangan wreck diving dengan kapal perintis nangalala sebagai objek salah satu spot di taman perairan kepulauan Alor telah di desain sejak tahun 2021 lalu.

“Wreck diving nangalala ini juga bakal menjadi penyempurna dari 79 titik selam yang ada di Kabupaten Alor. Desain wreck diving dengan berbasis desa, adat dan religi dapat terintegrasi wisata laut dan darat,” ungkapnya.

Goro menjelaskan, wreck dive sendiri diartikan sebagai kegiatan penyelaman bertujuan melakukan penjelajahan pada bangkai kapal atau pesawat di bawah laut.

“Tentunya ini akan menjadi tantangan dan petualangan baru dan menarik bagi para pencinta selam,” ujarnya.

Lanjutnya, titik penenggelaman kapal nangalala ini juga telah melewati proses survey dan kajian tentang penempatan bangkai kapal yang bisa berdampak ke terumbu karang.

“Lokasi ini masuk dalam kawasan konservasi taman perairan kepulauan Alor Provinsi NTT. Nama populer site dive nya adalah WD Taman Nangalala atau nama lokalnya Karabou Kotong,” terang Saleh Goro.

Ia menambahkan, karena masuk dalam kawasan maka pengelolanya tetap UPTD Pengelola TP Kepulauan Alor-NTT.

“Hanya nanti terintegrasi dengan pengelolaan berbasis desa untuk masuk ke area laut, tetapi kolaborasi one gate system (satu pintu masuk) dengan Pemerintah Kabupaten melalui TSAP Sebanjar,” bebernya.

Sementara terkait waktu penenggelamannya sendiri, kata Muhammad Saleh Goro, pihaknya masih menunggu persetujuan untuk hibah.

“Selanjutnya akan ada rapat teknis bersama Kementrian Perhubungan untuk proses selanjutnya. Jadi setelah semua prosedur hibahnya beres barulah kita bisa dibicarakan waktu penenggelamannya,” pungkasnya. (Pepenk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...