spot_img

Tiga Kelompok Pengeluaran Penyebab Dominan Deflasi pada Agustus 2026 di NTT

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com — Pada Agustus 2026, secara M to M Provinsi NTT alami Deflasi 0,40 persen, yang disebabkan oleh penurunan tiga dari 11 kelompok pengeluaran.

Demikian Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu-Kale saat jumpa pers di aula kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Dikatakan Matamira, penyebab dominannya untuk Deflasi Agustus 2026 adalah turunnya indeks harga pada kelompok makanan minuman dan tembakau, turun 1,13% dan andilnya terhadap angka deflasi adalah – 0,43%.

“Kelompok yang kedua yang agak besar juga, itu kelompok transportasi mengalami deflasi 0,46% dengan andil -0.06%,” jelas Matamira.

Sedangkan penghambat dominan, kata Matamira, yang harganya mengalami peningkatan pada Agustus 2026 adalah kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,68% dan andilnya 0,04%.

Lebih lanjut Matamira mengungkapkan, berdasarkan wilayah pengumpulan data atau wilayah IHK pada Agustus 2026, Deflasi M to M itu terjadi di seluruh wilayah cakupan IHK.

“Semua wilayah negatif, artinya semuanya mengalami deflasi, kecuali Kabupaten Ngada itu mengalami inflasi 0,36 persen,” ujar dia.

Menurut Matamira, untuk bulan Agustus 2026 secara Y on Y hampir seluruh wilayah ada dalam target inflasi tahunan, tetapi untuk Waingapu sudah di luar range, kisaran inflasi Kota Waingapu sebesar 4,04%.

“Sedangkan untuk inflasi tahun kalender, Kabupaten TTS berada di luar range target tahunan, karena kurang dari 1,5 persen. Inflasi di Kabupaten TTS 0,84 persen,” tambahnya.

Komoditas yang mendorong dan menghambat Inflasi pada Agustus 2026, jelas Matamira, umumnya didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau.

“Seperti kita ketahui, bahwa pada kelompok makanan, minuman dan tembakau ini, sangat rentan terhadap perubahan. Bisa dipengaruhi oleh permintaan, ketersediaan pasokan, atau kelancaran distribusi, itu juga mempengaruhi harga,” ungkap dia.

Khusus tahun 2026, kata Matamira, komoditas yang memberi andil pendorong Deflasi terdalam, adalah komoditas daging ayam ras, itu deflasi -0,16%, kemudian bawang merah deflasi -0,15%, angkutan udara juga deflasi -0,9% tomat -0,08% dan cabe rawit -0,06%.

“Penurunan harga cabai, tomat dan bawang dipicu produksi melimpah. Harga ayam turun karena stok banyak. Tiket pesawat turun seiring harga avtur dan permintaan pascalibur sekolah,” tambah Matamira. (joey)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...