spot_img

Antisipasi Monopoli BBM di Sabu Raijua, Pertamina Tambah APMS

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Untuk mengantisipasi terjadinya monopoli Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua, Pertamina NTT menambah satu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) diwilayah tersebut. Selama ini hanya ada satu AMPS yang melayani Sabu Raijua sehingga sering terjadi kelangkaan akibat pasokan yang tidak tepat waktu.

Hal ini disampaikan Hardiyanto Tato, Marketing Branch Manager Pertamina NTT, saat menyampaikan materi dalam kegiatan gathering Media bersama Pertamina di Restoran Suka Suka, Selasa, (5/4/2016).

“Kami memang memiliki PR untuk Sabu Raijua. Untuk itu kami menambahkan satu AMPS diwilayah itu sehingga tidak terjadi monopoli dan kelanggaan BBM disana,” kata Herdiyanto.

Dirinya berharap agar APMS di Sabu Raijua bisa membangun sebauh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sehingga BBM yang terangkut bisa tersimpan ditempat yang layak dan bisa mengurangi penyusutan.

“Kita dorong supaya APMS bisa bangun SPBU mini disana dan kita sudah koordinasi dengan pemerintah setempat. Kita berharap dengan bertambahnya APMS di Sabu Raijua, persoalan kelangkaan yang selama ini terjadi bisa teratasi,” harapnya.

Dia menjelaskan setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Pertamina akhirnya menambah quota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk Kabupaten Sabu Raijua. Penambahan quota ini sudah berjalan sejak bulan April 2015 lalu.

“Sejak bulan April 2015 Kuota BBM bersubsidi untuk Kabupaten Sabu Raijua naik dua kali lipat dari quota sebelumnya. Jika quota BBM untuk Sabu Raijua sebelumnya hanya 1000 kilo liter atau 100 ton setiap bulan kini menjadi 2000 kilo liter atau 200 ton,” ungkapnya.

“Selain penambahan quota BBM bersubsidi kita juga membantu dengan BBM non subsidi ke Sabu Raijua. Dengan demikian kita berharap tidak ada lagi persoalan terkait BBM yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat setempat,” tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk menambah quota BBM bersubsidi bagi sebuah Kabupaten, Pertamina terlebih dahulu melakukan survei berdasarkan permintaan yang diajukan oleh pemerintah setempat. Berdasarkan survei tersebut baru diputuskan apakah perlu penambahan quota atau tidak.

“Ada permintaan dari Pemerintah untuk penambahan quota diertai dengan data seperti penambahan jumlah kendaraan, pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat serta quota BBM yang ada selama ini. Dari situ kita lakukan survei dan kita putuskan untuk menambah quota dua kali lipat,” bebernya. (joey)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...