spot_img

Finding Dory, Sajian Berbahan Ikan Waroenk yang Bergizi

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com–Sebagai negara maritim, Indonesia dianugerahi berbagai hasil laut, salah satunya tentu ikan yang masif dikonsumsi masyarakat bahkan menjadi komoditas ekspor ke mancanegara.

Secara umum, ikan sudah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di Nusantara. Ikan bahkan menempati posisi penting sebagai bahan konsumsi yang bergizi.

Sebagai salah satu resto dan kafe pelopor menu unik dan lezat, Waroenk tidak ketinggalan mengangkat menu berbahan ikan sebagai salah satu makanan andalan. Tentu, dengan kreativitas racikan yang sedap.

Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Resto and Cafe, Seruya Pello saat disambangi belum lama ini di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang.

“Seperti yang kita ketahui, ikan menjadi bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi selain ayam. Untuk itu, kami menyajikan ikan menjadi menu lezat yang dapat dikatakan sangat berbeda dibandingkan penyajian di resto maupun warung lainnya,” paparnya.

Terkait bahan ikan untuk jenis menunya, Seruya menyebut ada beberapa jenis ikan seperti tuna dan dory.

“Menu berbahan ikan kami semuanya disukai pelanggan, tetapi yang paling banyak diburu pelanggan adalah dory. Menu dory kami namakan Finding Dory,” imbuhnya.

Seruya menambahkan, Finding Dory disukai penikmat kuliner di Kota Kupang karena selain lezat dan bergizi, penyajian ikan ini terbilang unik. Unik yang dimaksudnya lantaran dory disajikan secara fillet lalu digoreng dengan tepung dan bumbu-bumbu khusus sehingga terasa gurih.

“Apalagi, dory kami taruh dalam Korean Rice Bowl, sehingga boleh dibilang menjadi tren penyajian terkini di Kota Kupang,” klaimnya.

Terkait penamaan Finding Dory yang mengingatkan terhadap judul film animasi populer Hollywood, ia mengatakan hal itu sudah menjadi tipikal Waroenk. Artinya, keunikan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pihaknya, tidak terkecuali soal penamaan sebuah makanan.

“Beberapa nama makanan kami juga terbilang unik, seperti Nasi Ayam Goreng Jomblo,” imbuh Seruya.

Sekadar diketahui, ikan dory yang memiliki nama lengkap John Dory ini terkenal akan dagingnya yang berserat halus dan lembut. Ikan ini berasal dari perairan laut dingin di kawasan Australia.

Dory bentuknya pipih, kulitnya cokelat dengan mata lebar dan titik hitam di sisi badannya sehingga sekilas mirip ikan kuwe. Kepopuleran dory lantaran dagingnya yang putih, bersih, sangat halus, dan gurih dimakan

Daging dory tergolong mahal, sehingga lebih sering dijual dalam bentuk fillet. Ikan ini juga enak digoreng, dikukus, atau diberi bumbu yang sedikit kuat. Biasanya, mudah diperoleh di pasar swalayan besar. (ira/*)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...