spot_img

Hari Kartini, Ini Pandangan Melki Laka Lena Tentang Peran Perempuan

Date:

Share:

Maumere,seputarntt.com – peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April juga mendapat perhatian serius dari Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia, E. Melkiades Laka Lena. Menurutnya, konsep keterlibatan perempuan yang masih dipegang di masyarakat Timur Indonesia masih seputar urusan dapur. Artinya perempuan masih berada di posisi sub-ordinat dan kurang mendapat ruang seperti halnya porsi yang diberikan untuk kaum laki-laki.

Ditemui di Aula Biara Karmel Wairklau Maumere, Jumat (21/4/2017) siang, bakal calon Gubernur NTT partai Golkar ini menegaskan konsep tersebut bisa perlahan-lahan diubah manakala perempuan diberi ruang yang sama dengan laki-laki.

“Kesempatan untuk perempuan bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Lingkungan sosial juga harus membuka ruang untuk perempuan supaya perempuan juga bisa mengekspresikan diri secara tepat,” ujar Pria kelahiran 10 Desember 1976 ini.

Melki, sapaan Melkiades, mengungkapkan ruang kesempatan untuk mengekspresikan diri masih menjadi milik kaum maskulin sementara kaum feminim belum begitu diperhatikan. Karena itu, gerakan untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan mesti bersifat afirmasi.

“Kalau di lingkungan politik, Undang-undang sudah memberi ruang untuk perempuan dengan mengatur keterlibatan perempuan 30 persen. Ini kesempatan yang baik bagi para perempuan. Karena itu, perempuan harus gunakan ini sebaik mungkin supaya tidak terus terkungkung dalam posisi sub ordinat. Intinya soal persiapan dari perempuan sendiri,” paparnya.

Lebih lanjut, politisi yang juga apoteker ini menjelaskan, salah satu penyebab kaum perempuan masih terbelakang adalah soal bentukan budaya ketimuran. Menurutnya, budaya patriarkat yang dihidupi orang timur khususnya NTT turut membentuk pola pikir masyarakat soal posisi perempuan.

Melki menambahkan, terobosan-terobosan baru perlu dibuat untuk membendung anggapan tersebut. Baginya, perempuan mesti diberi kesempatan lebih seperti halnya tokoh-tokoh perempuan NTT yang sudah terkenal di mana-mana.

“Ini soal kesempatan saja. Kita harus membuat terobosan bagi mereka. Kalau ada perempuan yang sudah baik dalam bidangnya kita bisa orbitkan mereka sehingga mereka bisa menularkan virus positif itu bagi perempuan lainnya.Sebenarnya sudah banyak tokoh perempuan NTT yang hebat dalam bidang mereka, sebut saja di Sikka ini ada Alfonsa yang mendunia lewat kecintaannya pada tenun ikat. Saya rasa perempuan lain mesti didorong dengan berkaca pada beberapa tokoh perempuan hebat ini,” tegas mantan Aktivis PMKRI ini.(chs)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...