spot_img

KIPPDA Manggarai Barat Evaluasi Kepemimpinan Bupati Dan Wakil Bupati

Date:

Share:

Labuan Bajo, SeputarNTT.com – Berkenaan dengan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2013, Komite independen Pemantau Pembagunan Daerah (KIPPDA) Manggarai Barat melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Bupati Agustinus Ch Dula dan wakilnya Maximus Gasa, serta manfaat pasca penyelenggaraan Sail Komodo 2013.

Evaluasi ini dilakukan dengan menggelar aksi damai mengelilingi kota Labuan Bajo, Senin (28/10/2013) yang dimulai dari kampung Nggorang Kecamatan Komodo. Dalam aksi Longmarch ini berbagai poster dengan bermacam pernyataan sikap dibawa oleh massa. Setelah berkeliling kota sambil melakukan orasi, massa akhirnya menuju kantor Bupati Manggarai Barat untuk menyarhkan pernyataan sikap mereka.

Ketua KIPPDA Mabar Yoakim Abi, ketika
di konfirmasi disela-sela aksi tersebut mengatakan, pemerataan Infrastruktur di Kabupaten Manggarai Barat tidak merata. Dirinya mencontohkan seperti di Kecamatan Kuwuis,Kecamatan Macang Pacar,dan Kecamatan Ndoso. Disana Infrastruktur jalan,sarana air Minum,sarana kesehatan masih sangat minim, bila dibandingkan Kecamatan
lain.

“Sementara ada juga kecamatam yang baru 2 tahun tapi pembagunan
Infrastrukturnya sangat luar biasa. Ini artinya Kepemempinan Bupati
Dula dinyatakan Gagal karena asas pemerataan pembanggunan Pembanggunan tidak Nampak.”tandasnya.

Yoakim Abi juga menilai Kegiatan Sail Komodo 2013 yang berlangsung di Manggarai Barat tidak memberi manfaat apa-apa bagi masyarakat. Dia mencontohkan pembangunan rumah sakit yang tidak tuntas dan mubasir, persoalan air bersih yang tidak teratasi dan berbagai persoalan lainnya.

“Dana kegiatan Sail Komodo Ratusan miliar tapi tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Contoh seperti bedah rumah yang dilakukan tidak memuaskan pemilik rumah. Rumah pintar yang dibangun dan telah diresmikan ternyata masih bermasalah dan sedang disidangkan di pengadilan negeri Labuan Bajo,”paparnya.

Koordinator aksi Albertus Obet, kepada wartawan menjelaskan aksi damai yang dilakukan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober. Dalam kegiatan ini dilakukan mimbar bebas sekaligus menjadi ajang evaluasi terhadap Pemerintah Daerah dan kegiatan sail komodo 2013.

“Kami menuntut agar KPK segera mengaudit dana APBN maupun DAK, DAU yang dipakai dalam pelaksanaan Sail Komodo 2013. Kami juga meminta Menkes dan Menkokesra untuk menuntaskan pembangunan RSUD Mabar. Kami menuntut Gubernur NTT dan Bupati Mabar untuk membatalkan perjanjian dengan pihak ketiga terkait pengelolaan pantai Pede dan Wae Cicu,”tegas Albertus. (sir)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...