spot_img

Mahasiswa dan Organisasi Kampus

Date:

Share:

Mahasiswa dan Organisasi Kampus

 

Oleh : Veronika Iwas

Mahasiswa Prodi Pendidikan dan Sastra Indonesia.

Unika St. Paulus Ruteng

 

 

 

Universitas merupakan tempat untuk menimba ilmu dalam tingkatan yang lebih tinggi. Berbeda pada saat masih masa seragam putih abu-abu, di perkuliahan kita dituntut untuk menjadi calon intelektual yang didambakan. Mahasiswa dituntut untuk menjadi orang yang terdidik dan memiliki kemampuan guna menghasilkan suatu inovasi bahkan perubahan pada suatu masyarakat, negara, dan bangsa. Seorang mahasiswa selain memiliki kemampuan di akademis, juga memiliki kemampuan bidang non-akademis seperti berorganisasi. Maka, seberapa pentingkah mengikuti organisasi di kampus?

 

Mahasiswa merupakan generasi yang diharapkan bisa membangun bangsa. Mahasiswa yang baik memiliki moral dan sikap yang menjunjung tinggi norma etika. Mahasiswa berpeluang untuk mengembangkan idealismenya dengan jiwa semangat membangun atas hal-hal yang terjadi di sekitarnya sehingga mahasisw bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya.

 

Lantas, bagaimana membentuk mahasiswa yang memiliki norma dan sikap yang menjunjung tinggi norma etika? Apakah cukup dengan hanya menjadi mahasiswa yang sekadar kuliah lalu pulang? Atau dengan mengikuti sebuah organisasi? Jika dengan berorganisasi dapat membentuk mahasiswa menjadi seorang yang memiliki norma dan sikap yang menjunjung tinggi norma etika, bagaimana caranya?

 

Organisasi merupakan tempat berkumpulnya dua orang atau lebih dengan tujuan yang sama dan terstruktur. Dengan berorganisasi, mahasiswa didorong untuk mengubah pola pikir, mendapat kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman, belajar mengeksplor kemampuan hardskill dan softskill, dan banyak lagi hal-hal yang didapat ketika mengikuti organisasi. Berorganisasi juga membuat mahasiswa lebih mengenal dunia kampus dengan lebih luas.

 

Ajakan untuk ikut berorganisasi merupakan hal turun-temurun yang diturunkan oleh pendahulu-pendahulu. Bagi mereka, organisasi merupakan ruang untuk belajar tentang pengetahuan dan ruang bagi orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Di situlah organisasi dengan jiwa semangat untuk membangun dan melakukan perubahan atas hal-hal yang terjadi di sekitar. Dari organisasi juga kita akan merasa memiliki wawasan yang lebih luas.

 

Mahasiswa yang mengikuti organisasi bisa memiliki pemahaman bahwa organisasi merupakan wadah dalam upaya membangun value pada diri sendiri. Dengan bergabung dan aktif dalam organisasi, maka akan berefek kepada wawasan, cara berpikir, pengetahuan, dan sebagainya. Namun, ada juga mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi dengan alasan takut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) turun drastis, terlambat lulus, dan lain sebagainya. Ketakutan yang disebabkan karena mereka belum mengetahui dan mengikuti organisasi membuat mahasiswa menjadi malas bahkan tidak tertarik untuk mengikuti sebuah organisasi.

 

Namun di balik itu, mengikuti organisasi mengajarkan kita untuk mejadi mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mampu berkomunikasi dengan siapa saja. Organisasi mengajarkan mahasiswa untuk memahami birokrasi, kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan visi dan misi harus dilawan. Organisasi juga mengajarkan kita untuk memberikan seutuhnya apa yang kita punya untuk dijalani dengan sepenuh hati tanpa mengharap imbalan.

 

Bagi mereka yang takut atau tidak berminat untuk mengikuti organisasi, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Berkreasilah dengan karyamu untuk diri sendiri, lingkungan sekitar, bangsa, dan negara. Tanggung jawab menjadi terbaik merupakan hal yang kita miliki sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Menjadi mahasiswa yang berintegritas dan menjadikan organisasi sebagai pengalaman terbaik selama masa perkuliahan.

Penulis adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan dan Sastra Indonesia. Unika St. Paulus Ruteng

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...