Kupang, seputarntt.com – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru. Julie Soetrisno Laiskodat resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PERKEMI NTT, Minggu (1/11/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-48 PERKEMI NTT.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mengukuhkan posisi NTT sebagai salah satu kekuatan utama Shorinji Kempo di Indonesia.
Julie mengungkapkan, dirinya terpilih sekitar dua bulan sebelumnya melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) PERKEMI NTT. Dalam proses pemilihan tersebut, hanya dirinya yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum.
“Pada saat pendaftaran dibuka untuk siapa yang mau maju sebagai Ketua Umum PERKEMI Provinsi NTT, ternyata hanya saya sendiri yang terdaftar. Yang lain tidak ada yang mendaftar,” ungkap Julie.
Ia menjelaskan, proses pemilihan berlangsung melalui musyawarah yang diikuti para ketua PERKEMI dari seluruh kabupaten dan kota di NTT. Sebanyak 22 perwakilan daerah mengikuti proses tersebut.
Julie mengaku tidak dapat hadir secara langsung ketika pemilihan berlangsung karena sedang menjalankan aktivitas akademik di tingkat pusat. Karena itu, dirinya mengikuti proses pemilihan melalui konferensi Zoom.
Julie mengungkapkan, dirinya terpilih sekitar dua bulan sebelumnya melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) PERKEMI NTT. Dalam proses pemilihan tersebut, hanya dirinya yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum.
“Pada saat pendaftaran dibuka untuk siapa yang mau maju sebagai Ketua Umum PERKEMI Provinsi NTT, ternyata hanya saya sendiri yang terdaftar. Yang lain tidak ada yang mendaftar,” ungkap Julie.
Ia menjelaskan, proses pemilihan berlangsung melalui musyawarah yang diikuti para ketua PERKEMI dari seluruh kabupaten dan kota di NTT. Sebanyak 22 perwakilan daerah mengikuti proses tersebut.
Julie mengaku tidak dapat hadir secara langsung ketika pemilihan berlangsung karena sedang menjalankan aktivitas akademik di tingkat pusat. Karena itu, dirinya mengikuti proses pemilihan melalui konferensi Zoom.
Pelantikan baru dapat dilaksanakan dua bulan kemudian setelah menyesuaikan agenda Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERKEMI, Agus Setiadji, untuk hadir langsung di NTT.
Menariknya, pelantikan tersebut bertepatan dengan HUT ke-48 PERKEMI NTT. Julie menyebut momentum itu menjadi kebahagiaan tersendiri karena organisasi dan kepengurusan baru sama-sama merayakan momentum penting.
Sementara itu, Ketua Umum PB PERKEMI, Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Agus Setiadji, SAP, MA, menegaskan bahwa NTT memiliki posisi strategis dalam peta kekuatan Shorinji Kempo Indonesia.
Menurut Agus, dari total sekitar 219.000 kenshi di seluruh Indonesia, NTT menyumbang sekitar 23.900 kenshi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.000 merupakan kenshi aktif, sementara jumlah pemegang sabuk hitam atau yudansha mencapai lebih dari 200 orang.
Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya potensi sumber daya atlet dan pembinaan Shorinji Kempo di NTT.
“Sedemikian besar peran dan posisi NTT dalam PB PERKEMI ini,” tegas Agus.
Ia juga mengungkapkan, kontribusi atlet NTT telah terbukti dalam kompetisi internasional. Pada kejuaraan dunia atau Taikai 2023 di Tokyo, Jepang, Indonesia berhasil menempati posisi kedua dari 43 negara peserta.
Indonesia mengoleksi empat medali emas, tiga perak, dan lima perunggu. Agus menyebut sebagian besar prestasi tersebut turut disumbangkan oleh kenshi asal NTT.
Capaian itu menjadi modal penting untuk menatap kejuaraan dunia berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2027 di Nagoya, Jepang.
Agus berharap NTT dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kontingen Indonesia sekaligus meningkatkan perolehan medali dibandingkan kejuaraan dunia sebelumnya.
Optimisme terhadap masa depan Shorinji Kempo NTT juga semakin besar setelah adanya rekomendasi penyelenggaraan PON XXII di tiga provinsi, yakni NTT, NTB, dan DKI Jakarta.
Khusus cabang olahraga Shorinji Kempo, NTT dipercaya menjadi tuan rumah.
Agus menilai kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh jajaran PERKEMI NTT untuk mempersiapkan atlet sejak dini.
Ia mengingatkan bahwa pada PON sebelumnya di Aceh, NTT masih berada dalam persaingan papan atas, dengan capaian di posisi kedua dan ketiga sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.
Dengan bertambahnya nomor pertandingan pada PON mendatang, Agus optimistis peluang NTT untuk meningkatkan prestasi semakin terbuka.
“Khusus untuk Shorinji Kempo, tuan rumahnya adalah NTT. Saya yakin dengan pembinaan dari para sinshe, NTT bisa menampilkan kekuatan Shorinji Kempo yang lebih besar,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus mengungkapkan ambisi besar PB PERKEMI untuk membawa Shorinji Kempo menembus panggung olahraga dunia yang lebih luas.
Menurut dia, World Shorinji Kempo Organization telah bergabung dengan organisasi olahraga bela diri yang diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membuka peluang Shorinji Kempo dipertandingkan pada ajang SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
PB PERKEMI juga tengah membangun kolaborasi dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sebagai bagian dari komitmen terhadap olahraga bersih dan penerapan prinsip anti-doping.
Ia menegaskan, mimpi tersebut harus diterjemahkan melalui target yang rasional, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan organisasi dari tingkat daerah hingga nasional.
Agus pun menyampaikan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Julie Soetrisno Laiskodat, PERKEMI NTT dapat berkembang lebih maju dan memperluas kontribusinya, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga internasional.
Momentum HUT ke-48 PERKEMI NTT dan pelantikan kepengurusan baru ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat tradisi prestasi kempo NTT sekaligus menyiapkan generasi kenshi yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di pentas dunia. (*)


Follow