spot_img

NTT bukan daerah sentral beras

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com—Provinsi NTT bukan daerah sentral produksi berasm sehingga untuk memenuhi kebutuhan beras Perum Bulog Provinsi NTT mendatangkan dari luar.

Hal ini diakui Kepala Perum Bulog Divre NTT, Efdal Marilius Sulaiman saat Pertemuan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, di kantor BI Perwakilan NTT, Kamis (18/1/2018).

Efdal menjelaskan, kebutuhan beras masyarakat Provinsi NTT sekitar 110.000 Ton/Tahun, tetapi hanya terpenuhi 2-4 Persen saja, sehingga perlu mendatangkan beras dari Divre Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel) bahkan juga dari luar negeri.

“2-4 Persen itupun kebutuhan beras yang dipenuhi dari hasil penterapan pengadaan petani local,” ujar Efdal.

Efdal memerinci realisasi penerimaan beras dari tahun 2015-2017, yakni kebutuhan beras tahun 2015 sebesar 124.085 Ton, dan mendatangkan beras dari Jatim sebanyak 36.640 Ton, NTB 59.900 Ton, DKI Jakarta 19.000 Ton, luar negeri 3.638 Ton dan petani local 4.907 Ton.

“Untuk tahunn 2016, kebutuhan kita sekitar 110.501 Ton, dipenuhi oleh Jatim 93.800 Ton, NTB 6.000 Ton, luar negeri 8.846 Ton dan petani local 1.855 Ton,” ujar Efdal.

Dan kebutuhan beras tahun 2017 sebesar 105.512 Ton, aku Efdal, mendatangkan dari  Jatim 78.736 Ton, NTB 12.985 Ton, Sulsel 15.120 Ton, Jawa Barat (Jabar) 3.000 Ton, dan petani local 2.270 Ton.

Pada kesempatan tersebut, Efdal juga menjelaskan bahwa stok komoditi Perum Bulog Divre NTT saat ini untuk beras PSO sebanyak 37.145 Ton, beras komersial 935 Ton, gula pasir 2.963 Ton, bawang putih 26 Ton, bawang merah 1 Ton, tepung terigu 16 Ton dan minyak goreng 132.378 Liter.

Dikatakan Efdal, pada minggu ketiga bulan Januari 2018 lalu pihaknya telah melakukan survey harga pangan pokok,  untuk minggu lalu beras Nona Kupang Rp 12.000/kg, Lonceng Rp 11.000/kg, dan beras Jeruk Rp 12.000/kg.

Untuk gula pasir, tegas Efdal, gula pasir merk Kristal Rp 16.000/kg, merk Tambora/KBA Rp 540.000 dan merk PTPN sebesar Rp 560.000.
“Untuk beras dan gula pasir ada yang alami kenaikan ada juga yang tetap harganya, seperti beras Lonceng dan Jeruk naik Rp 1.000/kg. Sedangkan gula pasir hanya yang merk Tambora/KBA saja naik dari Rp 540.000 menjadi Rp 565.000,” tandasnya.

Untuk minyak goreng, lanjut Efdal, merk Bimoli harga tetap dari minggu lalu sampaiu minggu ini yakni Rp 16.000/kg. Bawang merah nai dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 dan bawang putih harga tetap Rp 25.000. (ira)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...