spot_img

Pokja XI Diduga Terlibat Mafia Proyek di Sikka

Date:

Share:

Maumere, seputarntt.com – Kelompok Kerja (Pokja) XI yang diketuai Andre David Kumanireng diduga sebagai aktor intelektual atau mafia atas beberapa proyek yang ada di Kabupaten Sikka.

Modus yang digunakan adalah dengan membuat regulasi yang menimbulkan persaingan tidak sehat di antara para rekanan atau kontraktor.

Modus tersebut bukan baru pertama dilakukan tetapi sudah berulang kali. Karena itu, Pokja XI disinyalir telah memiliki rekanan jagoan yang siap dimenangkan dalam pelelangan beberapa proyek pemasangan jaringan air misalnya.

Demikian dituturkan salah seorang rekanan yang tidak mau namanya disebutkan, Jumat (30/6/2017)

Menurutnya, sudah sering Pokja membuat regulasi yang membuat proses pelelangan tidak adil. Bahkan Pokja semacam sudah memiliki rekanan jagoan.

“Kami mau supaya aturan yang seolah-olah mengalahkan kami. Ini  macam kalah sebelum bertanding” ucapnya.

Ia menduga ada konspirasi atau aroma KKN antara Pokja XI dan sesama rekanan dalam proses tender atau pelelangan proyek pemasangan jaringan air.

Dikatakannya, untuk pelelangan proyek pemasangan jaringan air bersih aturan yang dikeluarkan Pokja XI agak tidak masuk akal terutama terkait surat dukungan dari pabrik pipa.

Surat dukungan yang diminta, sambungnya, untuk  Pipa PE dan pipa GIP. Padahal seharusnya surat dukungan itu cukup untuk pipa PE yang merupakan pekerjaan mayor. Sedangkan pipa GIP hanya merupakan pekerjaan minor.

“Kalau kerja lebih banyak dana pakai untuk pipa PE. Kalau yang pipa GIP mungkin tidak sampai 2 persen dari total dana. Masa pabrik mau beri dukungan untuk pipa GIP yang jumlahnya sedikit. Kalau pipa PE ya kami masih maklumi,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, surat dukungan dari pabrik juga tidak bisa diperolehnya karena pabrik sudah memberi dukungan bagi salah satu rekanan.

Ia bertanya-tanya mengapa sampai pabrik tidak memberi dukungan padahal semua syarat sudah disertakannya.

Ia menduga ada campur tangan Pokja XI sehingga pabrik hanya memberi dukungan pada rekanan jagoannya.

“Masa pabrik serta-merta hanya beri dukungan untuk satu rekanan saja. Apakah pabrik sudah tahu kalau rekanan yang diberi surat dukungan itu yang menang tender? Saya yakin pasti ada permainan Pokja,” ungkapnya.

Jika permainan ini masih dipraktekan Pokja di Kabupaten Sikka, maka pembangunan di Sikka bisa terhambat karena proses lelang yang berbelit-belit. Dan akhirnya masyarakatlah yang dirugikan.(tos)

 

 

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...