spot_img

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Bagikan 1.000 Paket Sembako, Janji Bantu Sumur Bor hingga Jembatan Gantung

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) membawa sejumlah agenda bantuan dan gagasan pembangunan sumber daya manusia saat menggelar kegiatan reses bersama masyarakat Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh dialog tersebut, Viktor membagikan 1.000 paket sembako berisi beras, telur, minyak goreng, bawang, tomat, dan ikan kering kepada masyarakat.

Namun, reses kali ini tidak sekadar menjadi ajang penyaluran bantuan kebutuhan pokok. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari infrastruktur jalan, kasus hukum yang belum tuntas, kebutuhan air bersih, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga peluang ekonomi bagi masyarakat kecil.

Di hadapan warga, Viktor menegaskan bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari prinsip hidup yang selalu dipegangnya.

“DNA saya adalah membantu orang. Zaman susah pun saya sudah bisa sekolahkan orang. Apalagi zaman sekarang ini agak longgar sedikit,” kata Viktor dalam sambutannya.

Ia mengatakan, kehadirannya di Maulafa bukan hanya untuk mendengar keluhan, tetapi juga membangun komunikasi dan mencari jalan keluar atas berbagai persoalan masyarakat.

Antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Viktor terlihat dari banyaknya warga yang menghadiri kegiatan tersebut.

Tokoh masyarakat Maulafa, Gerson Elias, mengatakan kabar kedatangan Viktor telah menarik perhatian masyarakat. Warga tidak hanya ingin bertemu langsung, tetapi juga mendengarkan pemikiran dan arah perjuangan politik Viktor sekaligus menyampaikan persoalan yang mereka alami.

“Ketika kabar Pak VBL mau datang ke Maulafa, antusias masyarakat sangat tinggi. Mereka ingin bertemu, mendengar apa yang ingin disampaikan Pak VBL, sekaligus menyampaikan aspirasi mengenai apa yang sedang digumuli di tengah masyarakat,” ujar Gerson.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain permintaan bantuan orgen untuk gereja dan pemasangan lampu penerangan jalan.

Dalam sesi dialog, seorang warga bernama Tobias mengangkat persoalan dugaan kasus pembunuhan di kawasan BTN Blok M yang menurutnya belum terungkap selama sembilan tahun.

Tobias mempertanyakan penanganan kasus tersebut oleh Polsek Maulafa dan meminta adanya perhatian serius agar persoalan hukum itu mendapatkan kejelasan.

Selain persoalan hukum, warga juga menyampaikan kebutuhan perbaikan dan pembangunan jalan, bantuan pembangunan gereja, sumur bor, lapak bagi ibu-ibu untuk berjualan, serta bantuan beasiswa bagi anak-anak sekolah.

Keluhan mengenai sulitnya memperoleh minyak tanah turut menjadi perhatian masyarakat.

Menanggapi persoalan hukum tersebut, Viktor menegaskan dirinya tidak ingin mengambil langkah berdasarkan cerita sepihak. Ia meminta agar persoalan itu terlebih dahulu dikaji secara menyeluruh melalui tim yang memahami aspek hukum.

“Saya tidak bisa intervensi masuk sebelum memahami persoalan itu sebaik-baiknya. Kita harus melihat dasar hukumnya, apakah logika berpikir hukumnya jelas dan memiliki dasar yang kuat,” tegasnya.

Viktor membuka kemungkinan agar timnya berdialog dengan pihak yang mengadukan persoalan tersebut. Jika ditemukan dasar hukum yang kuat, ia menyatakan dapat mengambil langkah politik melalui kapasitasnya sebagai pimpinan fraksi dan membuka komunikasi dengan Komisi III DPR RI sesuai kewenangannya.

Empat Sumur Bor dan Jembatan Gantung

Persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan masyarakat Maulafa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Viktor menyatakan kesediaannya membantu pembangunan empat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Dalam dialog, sejumlah titik yang diusulkan masyarakat turut dicatat, termasuk beberapa wilayah RT dan fasilitas gereja. Ia meminta agar lokasi pembangunan diperhatikan secara matang, terutama memastikan ketersediaan sumber air.

“Catat, catat. Kita bantu empat sumur bor. Dengan catatan, kalau dapat air. Kalau tidak dapat air, buat apa kita bor?” ujarnya.

Selain air bersih, Viktor juga menyampaikan kesediaannya membantu pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Maulafa dan Naimata.

Jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

Sementara untuk fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, ia menyatakan akan membantu kebutuhan peralatan posyandu, antara lain kursi, timbangan, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Ia juga menanggapi keluhan mengenai kondisi jalan. Untuk persoalan tersebut, Viktor meminta Wakil Ketua DPRD Kota Kupang melakukan pengecekan langsung.

Namun, ia mengingatkan bahwa pelebaran jalan membutuhkan kesepakatan masyarakat, terutama terkait pembebasan atau kesediaan warga memberikan sebagian tanahnya.

Reses tersebut juga menghadirkan cerita tentang tantangan generasi muda NTT dalam memperoleh pekerjaan.

Salah satunya disampaikan Karin Bria, lulusan Politeknik Negeri Kupang yang hingga kini belum mendapatkan pekerjaan.

Mendengar kondisi tersebut, Viktor mengajaknya untuk bekerja bersama dirinya. Respons tersebut menjadi salah satu perhatian dalam dialog mengenai pentingnya membuka kesempatan kerja bagi anak-anak muda, khususnya lulusan perguruan tinggi yang belum terserap di dunia kerja.

Viktor menilai generasi muda NTT tidak boleh hanya menggantungkan masa depan pada penerimaan pegawai negeri.

Menurut dia, peluang ekonomi di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, dan pariwisata harus mulai dilihat sebagai ruang untuk membangun masa depan.

Ia mendorong anak-anak muda agar berani menjadi wirausaha, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia di daerah sendiri.

Viktor juga menyinggung fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 juta per orang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha setelah calon pelaku usaha mendapatkan pendidikan dan pendampingan.

“Jangan hanya pelatihan. Kita harus dorong mereka langsung ke tempat-tempat usaha yang mereka kehendaki. Kita bantu supaya mereka benar-benar bisa bekerja dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Di tengah berbagai persoalan infrastruktur dan ekonomi, Viktor memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anak.

Ia menawarkan dukungan untuk menghadirkan seorang guru bahasa Inggris secara penuh waktu bagi anak-anak di Maulafa.

Guru tersebut diharapkan mengajar lima hingga enam kali dalam seminggu. Viktor menyatakan kesediaannya membayar Rp10 juta setiap bulan untuk mendukung program tersebut.

Menurut dia, kemampuan bahasa Inggris akan menjadi modal penting bagi generasi muda NTT menghadapi perkembangan investasi dan industri pariwisata.

Ia mencontohkan pengembangan Labuan Bajo serta potensi Pulau Semau, Alor, Pantar, Lembata, dan Solor yang menurutnya memiliki peluang berkembang menjadi kawasan ekonomi dan pariwisata.

Meski demikian, ia mengingatkan agar generasi muda tidak meninggalkan bahasa daerah.

“Bahasa Inggris penting, bahasa Mandarin penting. Tetapi bahasa Rote, Timor, Alor dan bahasa daerah lainnya juga jangan sampai hilang. Kita harus menguasai bahasa dunia tanpa kehilangan identitas lokal,” ujarnya.

Tidak hanya guru bahasa Inggris, Viktor juga mendorong gerakan membaca di lingkungan masyarakat melalui konsep RT Membaca atau Kampung RT Membaca.

Ia bahkan menyatakan kesediaannya membiayai penyediaan tempat membaca, termasuk menyewa rumah warga yang bersedia dijadikan ruang belajar bersama.

Baginya, masyarakat tidak cukup hanya menerima bantuan sembako. Anak-anak juga harus mendapatkan akses buku dan pengetahuan.

“Jangan cuma bagi sembako, bagi juga buku. Kalau anak-anak membutuhkan buku, sampaikan kepada kami. Buku harus tersedia sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Viktor turut membagikan pengalaman hidup tentang bagaimana disiplin dan kebiasaan membaca membentuk perjalanan dirinya.

Ia mengisahkan bahwa sejak kecil orang tuanya telah membiasakan dirinya bangun sekitar pukul 04.30 untuk berdoa dan membaca.

Bahkan, pada usia empat tahun, ia sudah mulai dilatih membaca melalui pendidikan yang keras dan disiplin dalam keluarga.

Pengalaman tersebut, menurut dia, membentuk kebiasaan yang terus dipertahankannya hingga sekarang.

“Satu kuncinya disiplin. Saya rajin membaca, bangun lebih pagi, bekerja sampai malam. Kebiasaan itu yang menyelamatkan hidup saya,” ungkapnya.

Ia meminta para orang tua agar tidak hanya memperhatikan kebutuhan ekonomi anak, tetapi juga membangun karakter, kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab.

Viktor bahkan mengatakan NTT tidak harus menunggu lahirnya ribuan orang hebat. Sepuluh anak muda dengan karakter kuat, disiplin, jujur, dan berani sudah dapat menjadi modal penting bagi perubahan daerah.

Viktor: Jangan Hanya Bermimpi Menjadi PNS

Salah satu pesan politik dan ekonomi yang cukup kuat dalam pertemuan tersebut adalah ajakan Viktor agar generasi muda mengubah orientasi pekerjaan.

Ia mengkritik pola pikir yang menjadikan pekerjaan sebagai pegawai negeri sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Menurut dia, NTT memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi sumber penghidupan jika dikelola dengan keterampilan dan keberanian berwirausaha.

Ia menyebut sejumlah sektor yang perlu dikembangkan, mulai dari pertanian, peternakan babi, budidaya ikan kerapu, rumput laut, pengolahan garam, hingga industri kuliner.

Viktor juga menyinggung profesi chef atau juru masak profesional sebagai salah satu bidang yang memiliki peluang ekonomi besar.

Ia mengatakan pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar, bukan sekadar pendidikan formal tanpa keterampilan praktis.

“Setelah sekolah, otaknya harus berpikir bagaimana menjadi orang kaya melalui usaha. Jangan hanya bermimpi menjadi pegawai negeri,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan berbagai proyek investasi di NTT harus diikuti kesiapan sumber daya manusia lokal agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton.

Viktor mencontohkan rencana pengembangan kawasan marina di Labuan Bajo dan Pulau Semau serta peluang kerja sama di sektor perikanan dan peternakan hingga Timor Leste dan Maluku.

Menurut dia, anak-anak muda NTT harus dipersiapkan menjadi tenaga profesional, pengusaha, bahkan pemimpin proyek dalam berbagai pengembangan ekonomi tersebut.

Reses Bukan Sekadar Serap Aspirasi

Menutup pertemuan, Viktor kembali menegaskan bahwa masa depan NTT sangat bergantung pada keseriusan masyarakat dalam mempersiapkan generasi penerus.

Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan warga Maulafa dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pembahasan sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing pihak.

Baginya, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan dukungan ekonomi harus berjalan beriringan dengan investasi pendidikan dan pembentukan karakter.

Ia ingin agar dari lingkungan masyarakat Maulafa lahir generasi muda yang mampu bersaing, mandiri, dan mengambil peran dalam pembangunan NTT.

“Sepuluh saja yang bisa bangun pagi, punya karakter kuat, jujur, disiplin, dan berani, itu sudah luar biasa. Sepuluh orang saja, NTT bisa berkembang hebat,” pungkas Viktor.

Reses di Maulafa tersebut memperlihatkan beragam persoalan yang masih dihadapi masyarakat perkotaan di NTT. Mulai dari kebutuhan dasar seperti air bersih dan penerangan jalan, kepastian penanganan hukum, hingga tantangan pendidikan dan lapangan pekerjaan.

Kini, masyarakat tentu menantikan tindak lanjut dari berbagai aspirasi dan komitmen yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.(joey)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...