spot_img

Ribuan Massa Antar Paket Mandiri ke KPUD

Date:

Share:

Seba, seputarntt.com – Sekitar lima ribuan massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati, Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi atau Paket Mandiri Jilid 2 berbondong-bondong menuju Kantor Bupati Sabu Raijua di Menia, Sabtu, 13 Juni 2015. Kedatangan mereka dalam rangka mengjemput Paket Mandiri untuk mengantarkan dokumen dukungan bagi calon perseorangan/independen ke kantor KPUD Sabu Raijua.

Massa yang datang dari berbagai arah,  berkumpul di halaman depan kantor bupati sehingga menciptakan lautan manusia. Ketua tim pemenangan paket Mandiri, Hendrik Bunga kemudian menyampaikan maksud mereka kepada Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke. “Kami datang kesini untuk menjemput bapak berdua untuk bersama-sama dengan kami menuju kantor KPUD untuk mengatarkan dokumen dukungan sebagaimana dalam jadwal KPUD,” kata Hendrik Bunga.

Mendengar maksud ketua Tim pemenangan, Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke yang hari ini tetap berkantor sebagai Bupati dan Wakil Bupati, kemudian menanggalkan lambang garuda yang ada di dada mereka sebagai tanda mereka melepas jabatan yang diemban untuk menuju KPUD. Setelah Dira Tome dan Rihi Heke melepas lambang garuda, Hendrik Bunga kemudian memakaian lehu hawu (destar) kepada pasangan ini.

Dengan menggunakan mobil panser, Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi heke diiringi oleh massa pendukung menuju kantor KPUD yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari kantor Bupati Sabu Raijua. Arak-arakan paket mandiri ini membuat jalan trans Seba-Bolou macet.

Sesampai di dekat Kantor KPUD, Massa kemudian memaksa Dira Tome dan Rihi Heke untuk turun dari dalam mobil lalu mereka di bopong menuju halaman Kantor KPUD. teriakan yel-yel dari para pendukung membahana selama kedua pasangan ini berada di dalam kantr KPUD.

“Saya dan pak wakil mengucapkan terimakasih yang tulus dan aprisiasi yang tinggi kepada para pendukung yang selama ini telah bekerja keras sehingga kita berada disini sekarang. Hal ini menandakan bahwa demokrasi sedang tumbuh dan mekar di daerah ini,” kata Dira Tome usai mengantarkan dokumen.

Dia berpesan kepada massa pendukung dan seluruh masyarakat Sabu Raijua untuk tetap menjaga situasi damai selama proses Pilkada berlangsung. Dengan demikian maka Pilkada Sabu Raijua akan menghasilkan pemimpin yang lahir dan dikehendaki oleh rakyat.

“Jangan saling mencela dan menghujat satu dengan yang lain. Mari kita sama-sama menjaga situasi yang kondusif. Saya juga minta kepada pihak kemanan untuk menjaga kemanan sesuai dengan tugas yang emban. Kepada KPUD, saya berharap agar bisa menjalankan tugas dan tanggungjawab sesuai amanat undang-undang yang berlaku,” pinta Dira Tome. (joey)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...