spot_img

Perubahan Anggaran Kabupaten Kupang Terganjal PAW Ketua Dewan

Date:

Share:

Oelamasi, Seputar NTT.com – Pemerintah Kabupaten Kupang selaku eksekutif telah siap untuk melakukan sidang Perubahan APBD 2013. Sayangnya, kesiapan pihak eksekutif ini tidak didukung oleh kesiapan legislatif karena masih menunggu pergantian pimpinan dewan.

“Konsultasi dengan Dewan sudah kita laksanakan dan verifikasi untuk perhitungan sedang kita lakukan. Tinggal finalisasi sebelum kita naikkan ќε dewan,” kata Ketua Panitia Anggaran Eksekutif Pemkab Kupang, Hendrik Paut usai membuka usai membuka Rakor PNPM ∂ï Hotel Ledetadu, (24/9/2013).

Ia menambahkan pihaknya masih harus berkoordinasi dengan dewan menyangkut jadwal/agenda sidang.

“Ada dua agenda politik di dewan yang harus segera dilakukan yakni PAW dan penetapan pimpinan dewan. Intinya kami siap tapi kami tentu harus menunggu jadwal dewan,” ujarnya.

Sedangkan terkait progres kinerja di Pemkab Kupang terhitung Agustus berjalan cukup baik karena bila dilihat dari pencapaian pendapatan sudah mencapai 60 persen lebih. Sedangkan khusus belanja sudah mencapai 52 persen lebih.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Melitus Ataupah mengatakan hingga kini belum ada jadwal untuk sidang PAW dan penetapan pimpinan Dewan. Pasalnya, belum ada SK PAW dan pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Kupang dari gubernur.

“Sampai saat ini saya belum menerima SK PAW dari gubernur,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sidang perubahan anggaran Pemerintah Kabupaten bersama DPRD setempat yang direncanakan Juli lalu hingga kini belum terlaksana karena hasil audit BPK RI perwakilan NTT terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Kupang TA 2012 baru diterima Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, MS, Ph.D.

Karena itu, Sekda telah diperintahkan untuk mempersiapkan berbagai dokumen demi kelancaran siding tersebut.
Perintah Bupati Titu Eki ini disampaikan saat memimpin apel kesadaran PNS di halaman kantor Bupati Kupang di Oelamasi baru-baru ini.

“Saya minta agar Sekda segera mempersiapkan laporan-laporan ek DPRD agar siding perubahan bias segera dilakukan. Naikkan saja dulu soal mereka (Dewan, red) tentukan jadwal bagaimana nanti itu urusan dewan,” kata Bupati Titu Eki.

Dikatakan, setiap instansi dan SKPD memiliki seorang pemimpin dan orang tersebutlah yang mengatur program dan penggunaan uang di instansi tersebut. Namun jika kemudian LKPD mendapat disclaimer dari BPK RI perwakilan NTT maka yang menanggungnya dalah Bupati.

“Bupati, Wakil Bupati dan Sekda tidak kelola uang, mereka hanya lihat angka-angka uang dan menandatangani dokumen. Yang atur itu pimpinan SKPD sehingga mestinya kepada SKPD atau instansi itu yang bertanggung jawab,” kata Bupati Titu Eki. (sho)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...