spot_img

BNPB Bangun Hunian Tetap, YNS Komit Bantu Warga Masyarakat TTS Lewat Hibah Lima Miliar

Date:

Share:

SOE, seputarntt.com – Rencana pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga korban longsor di Desa Kuatae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kini belum jelas kelanjutannya. Hal ini terjadi setelah Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, bertemu dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) menegaskan bahwa dana hibah sebesar Rp5 miliar yang dialokasikan untuk membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak longsor di Desa Kuatae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tidak akan ditarik meski pemerintah pusat melalui BNPB dikabarkan akan membangun hunian tetap di lokasi yang sama.

Pendiri YNS, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief, mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari Bupati TTS terkait rencana baru tersebut. Ia justru mengetahui informasi itu dari pemberitaan media.

“Kalau benar dan dana kami tidak digunakan karena ada pendobelan bantuan, kami tetap menyerahkan anggaran itu kepada Pemkab TTS untuk kebutuhan lain yang belum tersentuh. Masih banyak persoalan mendesak di TTS,” ujar Yusinta saat dikonfirmasi, Jumat (27/6/2025).

Yusinta menyambut baik keterlibatan pemerintah pusat dalam penanganan bencana dan menegaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan warga mendapat tempat tinggal yang layak.

“Siapa pun yang membantu, asalkan untuk kebaikan masyarakat, patut kita dukung. Yang terpenting warga bisa segera tertolong,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan resmi dengan Pemerintah Kabupaten TTS pada Kamis (19/6/2025), YNS menyatakan komitmennya untuk membangun 100 unit huntara di lokasi relokasi Sonapolen, Kelurahan Cendana, SoE. Pertemuan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati TTS, serta sejumlah kepala dinas teknis.

Pembangunan direncanakan dimulai Agustus 2025, setelah proses perizinan lahan dan pemadatan tanah rampung. Saat ini, lokasi relokasi masih berstatus aset Dinas Kehutanan dan tengah dalam proses pengurusan izin pemanfaatan.

“Kami ingin semua proses berjalan transparan dan akuntabel. Ini bukan sekadar bangun rumah, tapi bangun harapan,” kata Yusinta.

Belakangan diketahui, Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, bertemu Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, yang difasilitasi oleh Tenaga Ahli Menko Pangan RI, Brigjen TNI (Purn) Simon Petrus Kamlasi. Dalam pertemuan itu, BNPB disebutkan siap membangun hunian tetap (huntap) bagi warga Kuatae.

Meski terjadi perubahan skema bantuan, YNS menegaskan komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat. Lembaga filantropi lokal ini telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di wilayah TTS, termasuk penanganan pascabencana. (*)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...