spot_img

Childfund Dorong Daerah Perbatasan Lakukan Inovasi Pencatatan Kelahiran

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com — Banyak alasan Childfund ingin mendorong Kabupaten Belu, melakukan inovasi dalam upaya percepatan peningkatan pencatatan kelahiran.

Demikian diungkapkan Child Protection and Advokasi Spesialis, Renny Haning saat jumpa pers usai Lokakarya Hak Anak Atas Identitas, di Swissbelinn Kristal Kupang, Rabu (2/12/2020).

“Pemilihan kabupaten Belu karena terletak di wilayah perbatasan Timor Leste dan memiliki angka stunting yang tinggi. Sehingga  timbul permasalahan dalam pencatatan kelahiran,” tegas Renny.

Selain itu, kata Renny, belum banyak masyarakat yang menyadari pentingnya akta lahir, sebagai identitas legal  dan manfaatnya dalam mengakses layanan publik dan bantuan sosial lainnya

Jarak dari desa  ke kota yang jauh, juga sangat mempengaruhi, sehingga transportasi menjadi mahal, waktu pengurusan  lama, harus beberapa kali ke kota,” kata Renny.

Begitu juga dengan  ketiadaan dokumen pendukung lain, tegas Renny,  untuk mengurus akta lahir seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP),  Kartu Keluarga  (KK).

Untuk itu, tambah Renny, inovasi yang bisa diterapkan di Kabupaten Belu diantaranya, membangun kolaborasi  antara pemerintah , masyarakat, lembaga agama, PKK,  posyandu dan kelembagaan masyarakat lainnya  untuk mempercapat pencatatan kelahiran.

“Meningkatkan pemahaman masyarakat, tentang pentingya akta lahir, sebagai identitas hukum, dan manfaat untuk pelayanan publik dan perlindungan  sosial,” jelas Renny.

Ditambahkan Renny, perlu juga pembentukan dan perluasan peran  Kelembagaan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM), yang bekerja secara sukarela melakukan pendataan anak- anak yang belum memiliki akta lahir  dari rumah- ke rumah.

Sementara Wakil Ketua DPRD NTT, Ince Sayuna pada kesempatan tersebut mengatakan Pemerintah Propinsi dan Nasional perlu mencari solusi bagi anak- anak yang lahir dari orantua yang berbeda kewarganegaraan, agar- anak- anak  bisa mengakses peyanan dasar dalam pendidikan dan kesehatan

“Pemerintah Propinsi NTT  dan DPRD NTT  agar mendorong praktik baik ini di replikasi di wlayah NTT dalam rangka mewujudkan tekad Pemerintah NTT agar semua anak NTT  memilki akta kelahiran di tahun 2023 melalui kebijakan dan anggaran  Dukcapil  berkolaborasi dengan pemerintah desa serta kelembagaan sosial dan kelembagaan agama di desa agar mendekatkan pelayanan pencatatn kelahiran,” pungkas Ince Sayuna. (joey)

 

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...