spot_img

Dinsos Lembata Simpan Beras Kadaluarsa

Date:

Share:

Lewoleba, seputarntt.com – Diperkirakan sekitar enam ton beras kadaluarsa (expired), belum lama ini ditemukan di gudang Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Dinsos Nakertrans) Kabupaten Lembata. Beras yang rata-rata merupakan bantuan pusat itu sudah tidak layak konsumsi, kualitasnya memprihatinkan dan terdapat stok yang kadaluarsa. Mulai dari bungkusan hingga isinya, beras yang diperuntukan bagi korban bencana alam dan bencana sosial ini sudah tidak layak konsumsi karena berjamur. Beras tersebut rencananya akan dimusnakan atau dilelang menggunakan standart makanan hewan.

Hal ini disampaikan Nelson Ndapamerang, Kepala Bidang Jaminan dan Bantuan di Dinsosnaker Lembata ketika dihubungi seputarntt.com, Senin, 11 Juli 2016. Kepada media ini Nelson menjelaskan, pasca dirinya dimutasikan dari kantor Pelayanan dan Perijinan ke Dinsos Nakertrans Lembata, Februari lalu, baru-baru ini Ia memeriksa gudang beras Dinsosnaker Lembata di eks kantor KUD Lewoleba dan menemukan sekitar 6 ton beras kadaluarsa.

Setelah menemukan beras kadaluarsa itu, pihaknya menyurati Inspektorat Lembata agar beras tersebut dapat dialihfungsikan (dilelang)  dengan menggunakan standart makanan hewan. Namun Nelson mengak, sampai sat ini belum ada respon dari pihak Inspektorat.

“Karena dalam keadaaan rusak dan berjamur dan karungnya juga sudah rusak akibat dimakan tikus dan burung, maka kita surati pihak Inspektorat agar beras kadaluarsa ini dilelang saja. Dengan menggunakan standart makanan hewan, hasilnya kita stor ke kas daerah. Tapi sejak disurati, sampai saat ini belum ada jawaban”, ujar Nelson.

Nelson juga mempertegas, kalau beras bantuan tersebut terdiri atas dua sumber yakni beras APBN dan beras APBD II. Yang ditemukan kadaluarsa adalah beras dari APBN, dimana beras tersebut hanya dipergunakan, pertama untuk bencana alam misalnya bencana kelaparan, bencana banjir, letusan gunung atau bencana kebakaran. Kedua untuk bantuan sosial misalnya kepada korban pengungsi seperti kasus sengketa tanah di kecamatan Wulandoni atau kepada kelompok Gafatar. Sementara untuk bantuan sosial lainnya seperti pesta dan kegiatan ormas, sesuai aturan tidak dibenarkan menggunakan beras APBN.

Sedangkan untuk beras APBD II kata Nelson, pendistribusiannya merujuk pada keputusan Bupati dan untuk saat ini stocknya kosong karena belum dilakukan pengadaan. Nelson mengatakan, Pihak Dinsos Propinsi NTT bulan lalu telah memberitahukan Dinsos Nakertrans Lembata untuk segera melengkapi data dan ikuti persiapan permintaan data bahan non pangan untuk bantuan sosial. Namun soal pemberitahuan tersebut Nelson mengatakan langsung dikonfirmasi langsung kepada Kadis Dinsos Nakertrans karena dirinya tidak tahu surat tersebut entahh raib kemana.

Untuk mengetahui lebih jauh soal beras kadaluarsa dan pemberitahuan dari Dinsos propinsi terkait data bantuan bahan non pangan, media ini mencoba menghubungi Kepala Dinsosnaker Lembata, Gregorius Pesa Nilan. Namun hingga berita ini ditayangkan, Gergorius belum berhasil dikonfirmasi.  (Broin Tolok)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...