spot_img

Gubernur dan Bank NTT Luncurkan Pembayaran Digital di Lembata

Date:

Share:

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan sistem pembayaran retribusi pelayanan kesehatan secara non tunai pertama di Provinsi NTT. Sistem pembayaran on tunia ini dilakukan atas Kerjasama dengan Bank NTT sebagai Bank milik rakyat NTT.

Peresmian dilakukan di Puskesmas Hadakewa di Kecamatan adakewa, Kabupaten Lembata. Ini adalah pembayaran kesehatan secara non tunai pertama di NTT. Acara ini disaksikan pejabat tinggi dari DPRD Provinsi, Bupati Lembata, jajaran Forkopimda, hingga tokoh masyarakat Lemabata. Peresmian ini menjadi simbol dimulainya era baru digitalisasi pelayanan publik di Kabupaten Lembata.

“Inovasi ini bukan sekadar soal bayar-membayar. Ini soal keamanan, efisiensi, dan masa depan pemerintahan digital,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Melki Laka Lena mengatakan, penerapan sistem non tunai ini bukan hanya memudahkan pasien. Pemerintah daerah juga diuntungkan. Pelaporan keuangan jadi lebih akurat, potensi kebocoran anggaran bisa ditekan, dan yang terpenting: Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) meningkat—sebuah indikator penting bagi kemajuan tata kelola daerah.

Hingga pertengahan April 2025, sistem ini telah diterapkan di 10 dari 12 Puskesmas di Kabupaten Lembata, dan ditargetkan rampung secara penuh dalam waktu dekat. Pelatihan serta pendampingan terus dilakukan oleh tim teknis Bank NTT Lewoleba.

“Kami ingin Lembata jadi contoh. Bukan hanya bagi NTT, tapi juga Indonesia Timur. Kalau puskesmas di pulau bisa go digital, kota tidak ada alasan untuk tertinggal,” tegas Melki Laka Lena.

Kepala Puskesmas Hadakewa, Kristina Kewa, menyambut positif sistem ini. selama ini kata Kristina, sudah banyak pasien yang bertanya apakah bisa membayar secara non tunai. Hal ini akan menjawab harapan syarakat untuk membayar dengan lebih aman.

“Kita menyambut ni denan senang. Sejak bulan Maret, kami didampingi Bank NTT. Banyak pasien sebelumnya bertanya, ‘Bisa bayar pakai QR?’ Sekarang, jawabannya: Bisa! Bahkan sangat bisa,” ujarnya. (*)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...