spot_img

Hati-hati, BPOM NTT Masih Temukan Zat Berbahaya Pada Jajanan Sekolah

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Ini peringatan bagi para orangtua untuk mengawasi anak yang serung jajan di sekolah. Pasalnya Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT, masih menemukan adanya zat berbahaya pada Jajanan Anak Sekolah (JAS) di Kota Kupang. Zat berbahaya tersebut adalah Rhodamin B dan Methanil Yellow yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Dalam pengawasan yang dilakukan BPOM NTT, kita masih menemukan Rhodamin B dan Methanil Yellow yang terdapat dalam es maupun kerupuk. Jajanan ini masih dijual sehingga membahayakan kesehatan anak yang mengkumsumsi makanan yang mengadung zat berbahaya ini,” ungkap kata Kepala BPOM Kupang, Ruth Diana Laiskodat di Kupang Jumat (16/5/2014).

Ruth menjelaskan, di awal tahun 2014 pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap JAS dan menemukan jajanan berupa es, minuman berwarna dan sirup, bakso, jelly atau agar-agar yang tidak memenuhi syarat. “Kita selalu melakukan pengawasan terhadap JAS. Kondisi yang sama juga sudah ditemukan tahun-tahun sebelumnya,”ungkapnya

Bahan-bahan berbahaya tersebut, tambahnya masih ada di Kota Kupang. Karena itu pihaknya akan terus melakukan pengujian JAS di Kota Kupang dengan harapan tingkat kesadaran penyedia produk dan konsumen semakin tinggi akan bahan-bahan yang membahayakan kesehatan.

Ruth mengatakan, hasil pengawasan JAS di pasar tahun 2013 menunjukan ada produk yang tidak memenuhi syarat kesehatan.  Rinciannya, di Pasar Oeba, jumlah JAS sebanyak 43. Yang memenuhi syarat 32 dan yang tidak memenuhi syarat dua yakni kerupuk dan es. Keduanya sama-sama mengandung Rhodamin B yang membahayakan kesehatan.

Selanjutnya, Pasar Oesapa sebanyak 19 PJAS dimana 17 memenuhi syarat dan dua tidak memenuhi syarat yakni es mengandung Rhodamin B dan kerupuk mengandung Methanil Yellow.

“Di Pasar Inpres Naikoten sebanyak 10 PJAS dimana sembilan memenuhi syarat dan sisanya satu yakni bubur mutiara yang tidak memenuhi syarat karena mengandung Rhodamin B,” ujarnya.(van)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...