spot_img

Inflasi NTT Mengalami Kenaikan

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Laju inflasi NTT pada tahun 2013 tercatat sebesar 8,41 persen year on year (yoy) atau selisih 0,04 persen dari inflasi nasional yakni 8,38 persen (yoy). Namun demikian, inflasi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi tahun 2012 yang sebesar 5,33 persen (yoy).

Tingginya laju inflasi di Provinsi NTT secara umum disebabkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan cukai tembakau yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap hamir seluruh komoditas. Selain itu, kondisi cuaca yang kurang kondusif juga berpengaruh pada kelancaran distribusi barang.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat pleno pertama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), NTT tahun 2014 yang berlangsung, Kamis (20/2/2014) di ruang kerja Gubernur NTT.

Asisten II Setda NTT, Drs. Andreas Djehalu yang mewakili Gubernur NTT mengatakan, kehadiran TPID membawa dampak positif terhadap pengendalian inflasi di Provinsi NTT. Hal tersebut terkonfirmasi dari semakin tipisnya gap inflasi antara Provinsi NTT dengan nasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Apresiasi juga disampaikan Gubernur NTT kepada TPID NTT karena telah dinobatkan sebagai TPID terbaik tingkat Provinsi di kawasan Indonesia Timur untuk periode tahun 2012 yang diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden pada acara rapat koordinasi tingkat nasional TPID 2013 yang berlangsung Juni 2013 lalu.

Hal lain juga yang tidak kalah membanggakan adalah telah di launchingnya web site pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) – sikomodo pada tanggal 12 Desember 2013 lalu. Bahkan pada penutupan tahunpun TPID NTT masih terus berkarya yang ditandai dengan terbentuknya 6 TPID Kabupaten/Kota baru dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Mendagri No.500/6414/SJ tanggal 19 September 2013 perihal rencana aksi tindaklanjut Paket kebijakan stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi. Ke-6 TPID tersebut yakni TPID Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Belu, Sumba Timur dan TPID Kota Kupang.

Mencermati kondisi terkini, kata Djehalu, masih terdapat beberapa hal yang masih harus diperbaiki terutama pada tahun 2014 ini, diantaranya pengoptimalan fungsi TPID di tingkat Kabupaten/Kota yang baru terbentuk dan pengembangan pusat informasi harga pangan strategis. (sho)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...