spot_img

Kabinsos TTS jadi TSK, Mantan Wabup Yang Kini Jadi Wagub Tinggal Tunggu Waktu

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kian mengerucut pada para pejabat di NTT. Kasus dugaan korupsi dana Bansos TTS tahun anggaran 2010 yang kini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) So’e yang mandek sejak beberapa tahun terakhir akhirnya mampu diselesaikan oleh Kajari So’e, Oscar Douglash Riwu.

Kajari So’e, Oscar Douglas Riwu kepada wartawan, Kamis (25/9/2014) mengatakan kini kasus dugaan korupsi dana Bansos di TTS, Kejari So’e telah menetapkan sala satu orang sebagai tersangka (tsk) yakni Kabinsos Kabupaten TTS.

Ditegaskan Oscar dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos TTS di Kabupaten TTS kini tinggal menunggu waktu. Dikarenakan dalam kasus tersebut mengarah pada mantan Wakil Bupati TTS saat itu. Namun Oscar enggan menyebut nama dari mantan Wakil Bupati TTS yang menjabat saat kasus itu dilidik oleh pihak Kejari So’e dan oknum tersebut tinggal menunggu waktunya.

“Kini tim penyidik Kejari So’e telah menetapkan sala satu orang sebagai tsk dalam kasus itu yakni Kabinsos TTS. Namanya saya tidak perlu sebut nanti kabur. Tapi yang lebih jelas lagi kasus itu mengarah pada mantan Wakil Bupati TTS yang jabat saat itu, siapa dia nanti saja, “ tegas Oscar.

Menurut Oscar kasus itu mengarah pada mantan Bupati TTS karena seluruh aliran dana yang dikeluarkan oleh pihak dinas berdasarkan petunjuk dan disposisi serta memo yang dibuat oleh mantan Wakil Bupati TTS saat itu. Sehingga kasus dugaan korupsi dana Bansos TTS mengarah secara jelas ke mantan Bupati TTS saat itu.

Dikatakan Oscar dalam kasus itu Kejari So’e telah menetapkan sala satu orang sebagai tersangka, namun untuk sementara tersangka belum bisa ditahan oleh tim penyidik Kejari So’e, karena harus diperiksa terlebih dahulu sebagai tersangka. Namun mengenai waktu penahanan terhadap tsk belum bisa dipastikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan Bupati TTS, Paul Mella serta pihak yang mengeluarkan dana itu, Oscar menjelaskan bahwa itu merupakan atas perintah, persetujuan dan memo yang dibuat oleh mantan Wakil Bupati TTS saat itu. Untuk itu public diminta untuk bersabar mengenai lanjutan kasus itu.

“Saya minta publik bersabar. Kami masih focus yang satu tersangka ini. Dalam kasus itu semuanya sudah jelas. Tapi kami harus lihat lagi pembuktian di Pengadilan Tipikor Kupang nanti. Jika memang benar sesuai yang kami tetapkan sebagai tsk, “ tegasnya.

Oscar berjanji dirinya akan menyelesaikan kasus dugaan korupsi dana Bansos TTS yang sebelumnya tidak diselesaikan oleh mantan Kajari So’e, Yohanes Unu Raja. Untuk itu dirinya berkomitmen untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi tersebut. (van)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...