spot_img

Kadis Kesehatan Kota Sebut Pengobatan Gratis Tidak Bebani Keuangan Daerah

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dr. Ary Wijana menyebut akan diberlakukan pengobatan gratis menggunakan e-KTP oleh pemerintah Kota Kupang, pada tahun 2017 mendatang tidak terlalu membebani keuangan daerah, karena sudah 82 persen masyarakat Kota Kupang sudah masuk dalam jaminan kesehatan dalam berbagai bentuk.

“Total penduduk Kota Kupang, ada sekitar 527 ribu lebih jiwa. Dari jumlah itu 217 ribu masuk dalam peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), 90 ribu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) 12 ribu warga masuk dalam askes sosial, ditambah lagi warga yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Mandiri, dan asuransi kesehatan, sehingga diperkirakan sudah 82 persen yang masuk dalam program jaminan kesehatan dalam berbagai bentuk,” ujar Ary Wijana.

Menurut Wijana, jika pengobatan menggunakan KTP diberlakukan di Kota Kupang, maka tidak akan ada penumpukan pelayanan karena tersisa 18 persen yang belum mendapat jaminan layanan kesehatan. Namun jumlah ini bisa saja berkurang, karena cukup banyak kalangan berada di Kota Kupang, yang tidak masuk dalam satupun jaminan kesehatan yang ada negeri ini.

Selain itu, masih banyak juga warga Kota Kupang yang telah menjadi wajib KTP, tapi tidak mengantongi KTP, sehingga ketika 217 ribu kartu  Jamkesda dianulir karena pelayanan kesehatan sudah boleh menggunakan KTP, ditambah dengan sisa warga yang ada, maka pelayanan tidak akan mengalami kendala.  itu pemerintah Kota Kupang juga tidak terbebani dari segi anggaran karena penambahannya juga tidak berarti.

“Hitungan saya begini. Peserta Jamkesda di Kota Kupang, ada 217 ribu dengan alokasi anggaran setiap tahunnya sebesar Rp.10 miliar. Tapi tidak semua dana itu terpakai. Tahun 2015 lalu, alokasi anggaran Rp. 10 miliar yang terpakai cuma sebesar Rp.8.7 miliar dan sisanya Rp.1,3 miliar dikembalikan ke kas daerah. Kalau pengobatan gratis menggunakan KTP diberlakukan pada tahun 2017 mendatang, maka alokasi anggara diperlkirakan hanya sebesar Rp. 15-20 miliar, dan saya yakin anggaran tersebut tidak akan habis,” jelasnya kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, belum lama ini.Rabu (31/8). (riflan hayon)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...