spot_img

Nasib Pakaian Rombengan Paris Diujung Tanduk

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Nasib Pakaian bekas impor atau yang dikenal dengan pakaian rombengan di pasarĀ  Inpres (Paris) dan Oeba Kupang diujung tanduk. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT akan melakukan penertiban penjualan pakaian tersebut karena ditemukan bakteri yang berbahaya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban penjualan pakaian bekas impor karena ditemukan bakteri dalam pakaian tersebut.

ā€œKami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuik secepatnya melakukan penertiban di lokasi–lokasi penjualan pakaian bekas impor di beberapa daerah di daerah ini,ā€ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok, di Kupang, Senin (9/2/2015).

Menurutnya, pihaknya segera melarang penjualan pakaian bekas impor di wilayah NTT menindaklanjuti surat edaran Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu.

Kata dia, kalau sudah ada larangan, mestinya pemerintah daerah juga mengadakan operasi. Baju bekas impor dilarang, malah semakin banyak tumbuh.

ā€œSaat ini banyak produk garmen dari Indonesia yang kualitasnya cukup bagus. Selain itu, harga pakaian produksi dalam negeri juga terjangkau oleh masyarakat,ā€ paparnya.

Bruno mengimbau masyarakat untuk berhat-hati membeli atau menggunakan pakaian bekas impor yang masih dijual bebas di NTT, karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan peggunanya.

Sementara itu, pedagang pakaian bekas di Kupang, geram dan menolak kebijakan pemerintah tentang larangan penjualan pakaian bekas. Pedagang merasa dirugikan jika pemerintah melarang masyarakat untuk tidak membeli pakian bekas dengan alasan menularkan penyakit.

Yasmin, penjual pakaian bekas di Pasar Oeba, Kota Kupang menyampaikan dengan adanya pasar pakaian bekas justru banyak masyarakat yang diuntungkan, khususnya warga yang kurang mampu. Dengan penghasilan pas-pasan, mereka dapat membeli pakaian bagus, layak pakai, dan kualitasnya cukup baik.

“Kalau orang yang beli pakaian mahal di mal hanya mereka yang punya uang banyak. Tidak semua orang beli pakaian di toko atau mal,” kata Yasmin yang ditemui pada kiesempatan terpisah.

Dia mengatakan, pakaian bekas itu membantu warga yang kurang mampu untuk dapat membeli pakaian sesuai kemampuan mereka. Selama kurang lebih 10 tahun berdagang baju bekas di Kupang, tidak ada satu pun pembeli yang mengaku dirugikan dan mengeluh terkena penyakit seperti yang disampaikan pemerintah.(joey)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,Ā  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...