spot_img

PDIP Tunggu Kedatangan Jokowi-JK di NTT Baru Pesta Rakyat

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Tim pemenangan dan partai pengusung di NTT tidak menggelar pesta rakyat berkenaan dengan pelantikan Joko Widodo- Mohammad Jusuf Kalla (Jokowi)- JK) sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014. Pesta rakyat akan digelar pada saat kunjungan kerja Jokowi di NTT.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Bidang Humas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTT, Gusti Beribe, kepada wartawan di Kupang, Senin (20/10/2014).

Gusti menjelaskan,  sebelumnya partai berencana menggelar pesta rakyat pada hari pelantikan presiden dan wakil presiden. Namun ada pertimbangan lain bahwa pesta rakyat itu sebaiknya dihadiri presiden atau wakil presiden terpilih. “Disepakati, pesta rakyat akan digelar pada saat Jokowi melakukan kunjungan kerja di NTT,” katanya.

Gusti yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT ini menyatakan, kemenangan pasangan Jokowi- JK di atas 60 persen di NTT pada pemilu lalu, tentunya masyarakat sangat butuh bertemu dengan pemimpin yang telah dipilih. Dengan pertimbangan itu, sebaiknya moment kunjungan kerja itu disatukan dengan pesta rakyat. Apalagi Jokowi sendiri telah berjanji, akan berkunjung ke NTT bersama Gubernur DKI Jakarta untuk membahas kelanjutan kerja sama antara Pemerintah NTT dan DKI di bidang peternakan yang telah dirintis beberapa waktu lalu.

Tentang kapan Jokowi berkunjung ke NTT sebagai presiden, Gusti sampaikan, belum dipastikan. Tentunya akan disesuaikan dengan jadwal presiden terpilih. “Jika sudah mendapat jadwal kunjungan kerja presiden ke NTT, kita langsung persiapkan untuk gelar pesta rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut Gusti mengungkapkan, sebenarnya pesta rakyat digelar sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden. Tapi karena pertimbangan keamanan, maka kunjungan Jokowi ke NTT akan dilakukan setelah pelantikan
.
Pada kesempatan itu Gusti menyampaikan, Presiden Jokowi sangat memberi perhatian ke daerah- daerah terutama yang memberi kontribusi terhadap kemenangan pada pemilu presiden lalu, termasuk NTT. Perhatian ke NTT akan ditekankan pada empat aspek yakni pertanian, peternakan, perikanan, dan infrastruktur.

Diharapkan, dengan adanya perhatian itu, ada intervensi yang jelas pada aspek program dan anggaran. Jika empat aspek itu telah mendapat perhatian, maka bidang pariwisata akan maju.
Ketua Fraksi NasDem, Jhon Army Konay menyampaikan, program dan visi- misi yang diemban Jokowi- JK sangat pro rakyat dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Sesuai arahan induk partai, partai di tingkat provinsi termasuk di lembaga dewan, akan mengkawal semua program yang dijalankan, terutama di NTT. Sehingga program yang dijalankan dengan didukung kebijakan anggaran, dapat menjawab kebutuhan masyarakat.(joey)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...