spot_img

Pilkades Di TTS Gunakan Batu Sebagai Ganti Surat Suara

Date:

Share:

SO’E, seputarntt.com – Kecewa karena tidak diakomodir oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan(TTS) untuk ikut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, ribuan warga Desa Poli akhirnya menggunakan batu sebagai pengganti surat suara untuk bisa menyalurkan aspirasi mereka.  Kekecewaan warga dipicu akibat surat pembatalan yang dikeluarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTS tanpa alasan yang jelas.

Ribuan warga Desa Poli, Kecamatan Santian ini terpaksa melaksanakan proses pemilihan kepala desa hanya menggunakan batu sebagai pengganti surat suara di tempat pemungutan suara.  Langkah itu ditempuh setelah Sekda TTS mengirimkan surat pembatalan agar desa poli tidak ikut dalam pilkades serentak bersama 130 desa lain.  Padahal seluruh warga sudah siap  dalam Pilkades itu,  sehingga untuk meredam amarah warga  panitia terpaksa tetap melakukan pilkades dengan cara menggunakan batu yang sudah ditandai dengan warna tertentu.

Medan Tanaem salah satu warga Desa Poli kepada wartawan, Selasa (19/4) dalam proses pemilihan kepala desa yang dilakukan secara manual ini ternyata figur kepala desa dengan nomor urut satu Lambertus Afi menang dengan jumlah batu sebagai pengganti surat suara sebanyak seribu 571 batu,  sedangkan kandidat calon kepala desa nomor urut dua Soleman Tahun hanya mendapat 65 suara sesuai jumlah batu yang diberikan oleh pemilih.

Usai melakukan perhitungan suara, panitia melakukan rekap jumlah suara dan berencana menyerahkan ke badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (BPMPD) Timor Tengah Selatan. Warga pun mendesak proses pemilihan kepala desa poli secara manual itu harus diakomodir, jika tidak mereka akan beralih kewarganegaraan Timor Leste.

“Jika hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang menggunakan batu tiu tidak di akomodir oleh pemerintah setempat kami akan bergabung dengan Negara Timor Leste (Tiles), “ katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah Timor Tengah Selatan belum memberikan ketarangan resmi terkait pembatalan Desa Poli agar tida ikut dalam pilkades serentak diwilayah itu.(che)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...