spot_img

Pustu Di Amfoang Utara Dibiarkan Tanpa Tenaga Medis

Date:

Share:

Oelamasi, seputarntt.com – Dua Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Amfoang Utara masing-masing di Amfoang dan Bakuin tidak ada tenaga medisnya saat ini. Tenaga medis yang selama ini mengabdi di dua Pustu tersebut telah habis masa kontraknya. Akibatnya, warga setempat yang sakit dan membutuhkan pertolongan medis harus ke Puskesmas induk di Naikliu yang jaraknya amat jauh.

Camat Amfoang Utara, Ande E. Naisunis mengatakan hal ini kepada wartawan saat ditemui di Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Rabu 11 desember 2013.

“Pustu Bakuin itu sejak Agustus lalu petugas medisnya telah habis masa kontraknya. Pustu Amfoang sejak Oktober tidak ada lagi petugas medis disana. Kalau ada yang sakit, masyarakat harus ke Puskesmas induk di Naikliu,” kata Naisunis.

Menurut dia, pihaknya telah menyampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang terkait ketiadaan tenaga medis di dua Pustu tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Sayangnya, dari Dinas Kesehatan member jawaban kalau saat ini belum ada tenaga kontrak yang baru. Karena itu mereka juga tidak dapat mengirimkan tenaga medis ke dua Pustu tersebut.

Dikatakan, untuk mengatasi ketiadaan tenaga medis ini maka dirinya terpaksa harus siap sedia jika ada warga yang membutuhkan perawatan medis.

“Kita sudah komitmen sehingga jika ada warga yang sakit biasanya saya minta sopir untuk antar pakai mobil Camat ke Puskesmas Naikliu,” kata Naisunis.

Disinggung soal pasien yang memerlukan rujukan hingga ke Kupang, Naisunis mengaku pihaknya bersedia mengantar pasien tersebut hingga keluar wilayah Amfoang menggunakan mobil Camat. Setelah itu bru diteruskan menggunakan mobil ambulance.

Naisunis mengatakan, walaupun saat ini belum ada wabah penyakit yang menyerang warganya namun banyak warga disana yang menderita infeksi saluran pernapasan akut atau yang dikenal dengan ISPA.

Wilayah Amfoang Utara sendiri, tambah Naisunis, dikelilingi oleh 5 sungai besar dan puluhan sungai keci. Saat musim penghujan seperti ini amat sulit bagi warag disana untuk bisa keluar dari wilayah itu.

Karena itu dirinya berharap Dinas Kesehatan dapat menemukan dan menempatkan tenaga medis disana guna mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang tidak diinginkan mengingat musim seperti ini biasanya cuaca disana kurang bersahabat sehingga bukan tak mungkin akan muncul berbagai penyakit. (sho)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...