spot_img

Tersangka Kasus Buku di Kota Mengaku Bertemu Adi Adoe

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Budi Harto selaku kontraktor yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku untuk SD dan SMP pada Dinas PPO Kota Kupang tahun 2010 senilai Rp 2, 6 miliar mengaku bahwa dirinya bertemu dengan Adi Adoe anak dari Mantan Walikota Kupang, Daniel Adoe.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar kepada wartawan 21 desember 2013 kepada wartawan mengatakan ketika pemeriksaan terhadap Budi Harto, dirinya mengaku pernah bertemu dengan Adi Adoe anak dari tersangka Daniel Adoe, Mantan walikota Kupang.

Dijelaskan Ridwan, dalam pengakuan Budi Harto, dirinya bertemu dengan anak mantan Walikota Kupang itu, untuk meminta proyek pengadaan buku pada Dinas PPO Kota Kupang. “ Sesuai pengakuan Budi Harto ketika diperiksa oleh tim penyidik, dirinya mengaku bahwa bertemu dengan Adie Adoe untuk meminta proyek tersebut, “ katanya.

Selain itu Budi Harto mengakui bahwa dirinya memberikan fee terhadap Adi Adoe untuk memenangkan proyek tersebut. “Dalam pemeriksaan terhadap Budi Harto memang dirinya mengaku kalau pernah bertemu dengan Adi Adoe untuk meminta proyek itu dan memberikan fee terhadap Adi Adoe, “ katanya.

Namun, lanjutnya, ketika tim penyidik memeriksa Adi Adoe sebagai saksi dalam kasus itu, Adi Adoe membantah semua pernyataan Budi Harto. Dilama pemeriksaan, lanjutnya, Adi Adoe mengaku bahwa tidak pernah bertemu dengan Budi Harto untuk membicarakan proyek buku yang ada pada Dinas PPO Kota Kupang. “Saat periksa Adi Adoe, Adi membantah semuanya itu, dirinya mengaku tidak pernah bertemu dengan Budi Harto untuk bicara proyek buku, “ katanya.

Ditegaskan Ridwan, itu menurut Budi Harto sedangkan Adi Adoe mengaku tidak pernah bertemu dengan Budi Harto. Meskipun Budi Harto mengaku demikian namun tidak terdapat bukti maka dengan sendirinya pernyataan itu terbantahkan.

“Dia boleh saja bicara begitu tapi kalau tidak ada bukti mau bagaimana, dengan sendirinya keterangannya tidak bisa dijadikan patokan, harus ada dua alat bukti, “ tegasnya.(van)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...