spot_img

Usai Perkosa Mertua, Buruh Pabrik Tahu ini Jadi Buron Polres TTS

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih memburu Demitrius Misa, seorang menantu yang memperkosa mertuanya, ES (52).

Kasat Reskrim Kepolisian Resor TTS, AKP Faria Arista mengatakan, saat ini pihaknya telah membentuk tim lidik untuk mencari Demitrius.

“Saat kita turun ke lokasi kejadian untuk menangkap pelaku, namun sayangnya pelaku kabur, sehingga sampai saat ini kita masih melakukan pencarian di sejumlah titik,” ujar Faria, Senin (15/2/2016).

Menurut Faria, polisi juga sudah mencari pelaku yang adalah karyawan pabrik tahu di Nunumeo, Kota Soe, tapi tidak berhasil.

“Untuk kasus ini kami sangat serius menanganinya. Yang pastinya pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Faria.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor TTS, AKP Faria Arista, Minggu (14/2/2016), mengatakan, Misa nekat memerkosa ES pada Selasa (9/2/2016) lalu saat sang istri berbelanja kebutuhan pokok di kios yang jaraknya jauh dari rumah.

Kejadian itu, lanjut Faria, bermula ketika Misa yang tinggal bersama istri dan mertuanya yang telah menjanda itu menyuruh istrinya untuk membeli mie instan di kios.

“Pelaku (Misa) sudah punya rencana jahat sehingga menyuruh istrinya untuk membeli mie instan di kios yang berada di seberang sungai di desa mereka. Padahal ada kios yang jaraknya lebih dekat,” ungkap Faria.

Pada waktu rumah dalam keadaan sepi, lanjut Faria, Misa pun mulai melakukan aksi nekatnya. Saat itu, ES tengah tidur bersama anak pelaku yang sedang sakit di sebuah tempat tidur di dalam kamar mereka.

“Korban pun sempat teriak, tapi karena rumah mereka berjauhan dengan tetangga sehingga tidak ada seorang warga pun yang dengar,” ujarnya.

ES yang kesal dengan ulah Misa sempat ingin mengutarakan perbuatan Misa kepada anaknya, namun niatnya itu dibatalkan karena takut Misa nekat bertindak brutal terhadap ia dan anaknya.

“Korban baru melapor ke anaknya keesokan harinya. Setelah mendengar pengakuan itu, anaknya yang naik pitam sempat marah-marah dan langsung menuju kantor polisi dan membuat laporan polisi,” tutur Faria.

Selain melapor, lanjut Faria, korban juga membawa barang bukti berupa cairan sperma yang ada di celana dalam korban.

Usai menerima laporan ES, polisi kemudian mencari dan ingin melakukan penangkapan terhadap Misa, namun tidaka berhasil karena Misa telah kabur.

“Pelaku saat ini masih dalam pengejaran polisi,” pungkasnya. (kompas.com)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...