spot_img

Petugas Kebersihan Pasar Keluhkan Kesejahteraan

Date:

Share:

Kupang, seputarntt.com – Para petugas kebersihan yang direkrut oleh PD Pasar mengeluhkan kesejahteraan mereka karena upah yang diberikan tidak sesuai dengan UMP yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal ini disampaikan Koordinator Forum Pemantau pelayanan Publik (FREEPUBLIK ), Angky Hanas kepada wartawan  di Kuanino, Kamis (27/2/2014)

Angki memberi contoh, salah satu petugas kebersihan di pasar Keonino, Paulus Henuk yang direkrut oleh PD pasar sejak tahun 2010 silam hanya diberi upah Rp.300 ribu perbulan hingga saat ini. Untuk itu pihaknya berharap pemerintah kota bisa memperhatikan nasib mereka.

“Sebagai petugas kebersihan mereka senantiasa bergulat dengan sampah dan harus bangun pada pukul 03:00 dini hari untuk bekerja tapi tidak diimbangi dengan upah yang mereka dapat,”katanya.

Bahkan para petugas kebersihan di Pasar Koenino sering mendapat ancaman dari para petugas yang datang untuk memungut retribusi dengan alasan bahwa para petugas kebersiahan tidak bekerja secara baik.

“Mereka selalu diancam akan dipecat karena dinilai tidak kerja sesuai dengan yang mereka inginkan,” paparnya.

Ia menilai, pekerjaan sebagai petugas kebersiahan pasar lebih berat ketimbang petugas PD Pasar yang diangkat melalui SK Walikota yang hanya datang untuk memungut retribusi di Pasar Kuanino.

“Pemerintah Provinsi telah menetapkan standar UMR, tetapi mengapa standar itu tidak diberlakukan secara adil bagi semua para buruh yang ada di kota contohnya petugas kebersihan yang direkrut PD pasar. Pada hal pekerjaan yang dilakukan oleh mereka bukan hanya untuk kepentingan seseorang tetapi bagi semua orang terutama untuk kebersihan Kota ini,” katanya.

Paulus Henuk petugas Kebersihan Pasar Kuanino membenarkan bahwa dirinya diangkat oleh PD Pasar sebagai petugas kebersihan di Pasar Kuanino dari tahun 2010 dengan gaji Rp.300 ribu perbulan hingga saat ini.

“Saya berharap agar PD Pasar bisa memperhatikan kesejahteraan kami sebagai petugas kebersihan, karena PD pasar pernah berjanji akan menaikan gaji saya,namun hingga saat saya masih tetap dibayar dengan upah Rp 300 ribu perbulan ,” katanya.(riflan hayon)

Komentar Anda?

Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

━ Kabar Lainnya

126 Pelajar Ikut Keuaraan Atletik Walikota Cup 2026

Kupang, seputar-ntt.com - Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30-31 Oktober...

Wakil Walikota Bidik Talenta Terbaik NTT, Pelatih Timnas Futsal Putri Turun Langsung di Kota Kupang

Kupang, seputarntt.com - Peluang atlet futsal putri Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia terbuka melalui...

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Pembinaan Atlet Silat Berkelanjutan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, seputarntt.com - Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di...

Pemkot Kupang Satukan Kontingen POPDA VIII NTT, Bidik Prestasi PON 2028

Kupang, seputarntt.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat...

Wakil Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-3 SMP IL Kapten,  Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kupang, seputarntt.com - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik, tetapi juga...